Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto berencana memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat Indonesia terkait kondisi global yang sedang tidak stabil. Ia mengatakan dalam waktu dekat akan menyampaikan taklimat khusus untuk menjelaskan situasi dunia sekaligus langkah yang perlu disiapkan Indonesia.
Hal tersebut disampaikan saat peresmian 218 jembatan yang dilakukan secara virtual pada Senin. Dalam kesempatan itu Prabowo menyinggung meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
“Akibat perang di Timur Tengah kita harus siap menghadapi kesulitan, kita punya kekuatan yang besar tapi saya juga akan jujur saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat," katanya, dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin.
Menurut Prabowo, kondisi global saat ini dipenuhi ketidakpastian. Persaingan dan konflik antara kekuatan besar dunia dinilai bisa membawa dampak yang lebih luas bagi banyak negara.
“Seluruh dunia sedang mengalami goncangan akibat perang di Timur Tengah. Kita terus terang saja, harus menghadapi kesulitan,” kata Presiden.
Meski situasinya penuh tantangan, Prabowo menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan yang terjadi. Ia mengatakan berbagai data ekonomi dan indikator penting terus dipelajari untuk menentukan langkah yang tepat bagi Indonesia.
“Saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka setiap hari. Kita temukan terus kekayaan-kekayaan baru. Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutupi itu perkiraan saya. Kita akan keluar dalam keadaan krisis ini yang lebih kuat, makmur, lebih mampu berdikari,” ujarnya.
Dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu, Prabowo juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional. Dua sektor yang menjadi perhatian utama adalah pangan dan energi.
Ia mengatakan Indonesia patut bersyukur karena upaya panjang menuju kemandirian pangan mulai menunjukkan hasil.
“Kita sangat bersyukur atas karunia yang maha kuasa yang bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada pangan, dalam keadaan harga BBM kita bersyukur bahwa kita swasembada hampir kita capai, kita sudah sampai swasembada beras, tapi kita sebentar lagi mencapai kebutuhan protein kita,” kata Presiden.
Menurutnya ketahanan pangan menjadi faktor penting agar Indonesia tetap aman di tengah tekanan global yang dirasakan banyak negara.
Selain itu pemerintah juga terus mendorong kemandirian energi dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki di dalam negeri. Beberapa di antaranya berasal dari tanaman seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu yang dapat diolah menjadi bahan bakar.
Di akhir pernyataannya Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk tetap solid menghadapi berbagai tantangan yang ada.
“Kita harus kerja keras, kita harus rukun, kita harus bersyukur," katanya.
Sumber: ANTARA