News

Diduga Jadi Korban Bullying dan Pelecehan, Anak Influencer Masih Alami Trauma

Jakarta (KABARIN) - Anak perempuan dari seorang influencer berinisial H yang berinisial C disebut masih mengalami trauma usai diduga menjadi korban perundungan dan pelecehan oleh teman sekolahnya di salah satu SMP Negeri di Jakarta Timur.

H mengungkapkan kondisi anaknya belum pulih secara mental. Ia melihat perubahan perilaku sejak beberapa minggu terakhir, terutama setelah momen pergantian tahun.

"Karena anak saya ternyata dari minggu-minggu lalu, dari yang pulang dari tahun baru, itu dia nangis terus. Saya tanya kenapa, tapi diam aja, dia menjawab 'enggak, enggak kenapa-kenapa'," kata H saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Menurut H, anaknya mulai terlihat murung dan sering menangis tanpa alasan yang jelas. Ia menduga hal itu berkaitan dengan cerita soal rencana pembiusan yang diduga melibatkan teman sekolah C.

Awalnya, H mengira perubahan sikap tersebut muncul karena dirinya jarang menjemput anaknya sepulang sekolah. Ia sama sekali tidak langsung mengaitkannya dengan dugaan perundungan atau pelecehan.

"Saya pikir saya yang salah kan karena saya jarang jemput atau apa. Tapi dia tidak ngomong. Baru ngomong ya minggu lalu itu pas saya ke sekolah," ungkap H.

Selain itu, H juga melihat anaknya kerap merasa cemas, terutama pada malam hari. Bahkan saat dijemput, C tampak ketakutan dan tidak seperti biasanya.

H menegaskan kondisi yang dialami anaknya bukanlah hal yang dibuat-buat. Ia menyayangkan anggapan sebagian orang yang menilai kondisi psikis C baik-baik saja hanya karena sempat muncul di media sosial.

"Jadi ketika dia melihat anak saya cerita di media sosial itu, disangka tidak kenapa-kenapa psikisnya. Lah, dia tidak tahu aja dia butuh kekuatan untuk cerita sama saya tuh," katanya.

Untuk sementara waktu, H memilih menahan anaknya agar tidak kembali ke sekolah. Ia ingin fokus memulihkan kondisi mental C sebelum menghadapi aktivitas sekolah lagi.

"Anak aku sih lagi di rumah ya. Belum aku bolehin ke sekolah sampai masalah selesai dulu," tegas H.

Kasus ini sendiri bermula saat C diduga mengalami perundungan dan pelecehan oleh teman sekolahnya yang berinisial R. Selain itu, H juga menyebut anaknya telah mengalami perundungan secara verbal sejak Februari 2025 yang semakin sering terjadi pada November 2025.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur II, Horale, mengatakan pihaknya masih mendalami laporan tersebut.

"Saat ini kami masih fokus pendalaman case yang terjadi dan berkoordinasi dengan dinas terkait," kata Horale saat dikonfirmasi terpisah.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: