Nuuk, Greenland (KABARIN) - Greenland dinilai tidak menghadapi ancaman militer langsung dari Rusia maupun China meskipun Amerika Serikat masih memperhatikan aktivitas kedua negara di wilayah Arktik.
Anggota Parlemen Greenland Kuno Fencker mengatakan, persaingan di kawasan ini lebih dipengaruhi oleh jalur pelayaran baru seperti Rute Laut Utara.
"Kompetisi di Greenland akan terjadi terkait rute Laut Utara dan jalur barat laut," kata Fencker kepada RIA Novosti.
"Saya tidak melihat akan adanya ancaman kekuatan militer langsung dari Rusia ataupun China," tambahnya.
Meski begitu, Fencker mengaku mendapat informasi mengenai keberadaan dua kapal pemecah es asal China yang berlayar di perairan Greenland.
"Kapal-kapal pemecah es itu berlayar melewati perairan Greenland, dan ini tentu adalah suatu hal yang diamati betul oleh AS," kata legislator Greenland itu, merujuk pada Xue Long 1 dan Xue Long 2.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026