Jakarta (KABARIN) - Tren wisata visual yang menonjolkan nilai estetika dan pengalaman ruang mendorong meningkatnya minat generasi Z terhadap sejumlah destinasi wisata di Kota Bekasi.
Perwakilan industri perhotelan, Yudhitia Kurniawan mengatakan generasi Z kini menjadikan aspek visual sebagai pertimbangan utama dalam memilih destinasi dan akomodasi, tanpa mengesampingkan kebutuhan relaksasi.
“Generasi Z sangat selektif. Mereka mencari tempat yang bukan hanya nyaman, tetapi juga memiliki karakter visual kuat. Pengalaman yang bisa dibagikan menjadi nilai tambah yang penting,” kata Yudhitia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, pergeseran perilaku tersebut mendorong pelaku industri pariwisata, termasuk hotel dan pengelola destinasi, untuk menata ruang secara lebih kreatif melalui desain tematik, area komunal yang estetik, serta pencahayaan yang mendukung pengalaman visual wisatawan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat motivasi utama generasi Z dalam berwisata adalah untuk refreshing sebesar 67,2 persen, disusul eksplorasi budaya 18,5 persen dan pencarian pengalaman baru 14,3 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun media sosial menjadi pemicu, kebutuhan utama wisatawan muda tetap pada pengalaman dan pemulihan emosi.
Yudhitia menilai, tren wisata visual di Bekasi turut membuka peluang pengembangan pariwisata urban dan ekonomi kreatif di wilayah penyangga Jakarta.
“Wisata yang instagramable bukan sekadar soal foto. Jika dikelola dengan baik, estetika bisa menjadi pintu masuk untuk menggerakkan ekonomi lokal dan memperkenalkan destinasi yang sebelumnya kurang dikenal,” ujarnya.
Sejumlah destinasi Bekasi di antaranya Hutan Bambu Bekasi, Sabana Delta Mas, Situ Rawa Gede, hingga Trans Snow World Bekasi mulai menarik perhatian wisatawan muda karena memadukan konsep alam, ruang terbuka, dan wahana tematik yang dinilai sesuai dengan karakter generasi Z.
Tren ini dinilai berpotensi memperkuat posisi Bekasi sebagai alternatif tujuan wisata perkotaan di Jawa Barat.
Ia berharap pengembangan wisata visual dapat dibarengi dengan penataan ruang yang berkelanjutan, sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan konten digital, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman wisata secara keseluruhan.
"Dengan integrasi data yang akurat dan perencanaan wilayah yang terarah, Bekasi kini bersiap menjadi pemimpin dalam pasar pariwisata urban di Jawa Barat, menyasar generasi yang menghargai keindahan sekaligus makna dari sebuah perjalanan," kata Yudhitia selaku tim pemasaran The Ascott Limited tersebut.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026