Kota Meksiko (KABARIN) - Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil melaporkan pertemuannya dengan Duta Besar Rusia untuk Caracas Sergey Melik-Bagdasarov, di mana keduanya membahas hubungan bilateral dan menegaskan kembali kerja sama strategis antara Venezuela dan Rusia.
“Kami mengadakan pertemuan dengan duta besar Federasi Rusia untuk negara kami, Sergey Melik-Bagdasarov, di mana kami membahas hubungan bilateral dan aliansi antara bangsa kami,” tulis Gil di Telegram sebagaimana dilaporkan Sputnik, Jumat.
Gil menyampaikan rasa terima kasih pemerintah Venezuela kepada Rusia karena telah membela prinsip-prinsip utama Piagam PBB, termasuk non-intervensi dan penolakan terhadap penggunaan kekuatan yang melanggar kedaulatan negara. Ia juga menyinggung dukungan Rusia setelah insiden penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya oleh Amerika Serikat, yang menurut hukum internasional tidak sah.
“Kami menegaskan kembali aliansi strategis kami yang kuat, yang berorientasi pada kerja sama politik, ekonomi, dan diplomatik dalam kerangka komisi antarpemerintah tingkat tinggi serta perjanjian kemitraan strategis dan kerja sama,” ujar Gil.
Insiden ini bermula pada 3 Januari ketika Amerika Serikat dilaporkan melakukan operasi besar terhadap Venezuela dengan menangkap Presiden Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawanya ke New York atas dugaan keterlibatan dalam “narko-terorisme”. Selama persidangan, keduanya menyatakan tidak bersalah.
Merespons operasi AS tersebut, Caracas meminta pertemuan darurat PBB. Mahkamah Agung Venezuela sementara waktu menugaskan Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai kepala negara, sebelum secara resmi menjabat sebagai presiden sementara pada 5 Januari dan mengucapkan sumpah di hadapan Majelis Nasional.
Rusia menyatakan solidaritasnya dengan rakyat Venezuela, menuntut pembebasan Maduro dan istrinya, serta mengingatkan agar situasi tidak makin memburuk. Beijing juga mendukung langkah ini dan menyerukan pembebasan segera pasangan presiden Venezuela, menekankan bahwa tindakan AS melanggar hukum internasional. Korea Utara turut mengkritik tindakan AS.
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk menegaskan bahwa operasi militer AS di Venezuela telah melanggar prinsip utama hukum internasional yang melarang penggunaan kekuatan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik suatu negara.
Langkah diplomatik ini menegaskan bahwa Venezuela dan Rusia tetap menjaga hubungan dekat dan saling mendukung, memperkuat posisi kedua negara dalam percaturan global serta memastikan kerja sama strategis mereka terus berjalan di bidang politik, ekonomi, dan diplomasi.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026