Ankara (KABARIN) - Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember terus menelan korban. Hingga Kamis, menurut laporan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia HRANA yang berbasis di AS, jumlah orang tewas mencapai 5.002 jiwa.
Selain itu, sebanyak 26.752 orang telah ditangkap sejak aksi protes nasional berlangsung selama 26 hari, sementara setidaknya 7.391 orang mengalami luka serius akibat bentrokan dengan aparat, menurut data HRANA.
Protes dimulai pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran karena nilai rial yang merosot tajam dan kondisi ekonomi yang semakin berat. Demonstrasi kemudian menyebar ke berbagai kota lain di Iran.
Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik aksi “perusuh bersenjata” yang melakukan beberapa serangan di ruang publik.
Presiden AS Donald Trump sempat mengancam akan menindak tegas jika pengunjuk rasa tewas, tetapi kemudian memuji keputusan Teheran yang membatalkan ratusan eksekusi yang sudah dijadwalkan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026