Health

Apa Itu GERD? Masalah Pencernaan yang Rentan Menyerang Anak Muda

Jakarta (KABARIN) - Pola makan dan gaya hidup sehari-hari adalah kebiasaan yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan sistem pencernaan. Ketika dua kebiasaan ini tidak dijalani dengan baik, tubuh akan lebih rentan terserang gangguan pencernaan, salah satunya adalah GERD.

Apa itu GERD?

Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan gangguan pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung atau isi perut lainnya kembali naik ke kerongkongan (esofagus) sehingga menyebabkan sensasi terbakar di dada.

Pada dasarnya, naiknya asam lambung ke kerongkongan merupakan kondisi yang wajar terjadi. Namun, kondisi ini biasanya hanya terjadi sesekali. Jika berlangsung secara berulang dan terus menerus, refluks asam lambung dapat berkembang menjadi GERD yang berisiko merusak dinding esofagus.

GERD umumnya didiagnosis apabila gejala refluks terjadi setidaknya 2 kali seminggu atau sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejala GERD kerap menyerupai gangguan pencernaan lainnya seperti gastritis atau tukak lambung sehingga secara sekilas membuatnya sulit dikenali. Meski demikian, salah satu ciri khas gejala GERD adalah munculnya sensasi asam atau pahit di mulut akibat naiknya isi lambung ke kerongkongan.

Gejala GERD

Setiap orang dapat mengalami gejala GERD yang berbeda. Namun, ada sejumlah gejala utama yang kerap muncul dan dialami oleh banyak penderita.

  1. Regurgitasi atau rasa asam dan pahit yang timbul akibat naiknya cairan asam dari lambung ke mulut
  2. Heartburn atau sensasi terbakar di belakang tulang dada dan dapat menjalar hingga ke tenggorokan
  3. Sakit perut bagian atas yang hilang timbul
  4. Mual dan muntah, terutama pada pagi hari atau setelah makan
  5. Rasa mengganjal di tenggorokan
  6. Kesulitan menelan
  7. Batuk kronis, terutama pada malam hari
  8. Air liur berlebih

Penyebab GERD

GERD terjadi ketika otot sfingter esofagus bagian bawah atau lower esophageal sphincter (LES) mengalami penurunan fungsi. Otot ini berperan sebagai katup penutup di perbatasan antara kerongkongan dan lambung.

Dalam kondisi normal, LES akan mengendur untuk memungkinkan makanan dan minuman masuk ke lambung, lalu kembali mengencang setelah proses tersebut selesai. Penutupan ini berfungsi mencegah isi lambung naik kembali ke kerongkongan.

Namun, pada penderita GERD, LES kerap mengendur pada waktu yang tidak seharusnya sehingga asam lambung sering kali dapat dengan mudah mengalir balik ke kerongkongan dan menimbulkan berbagai keluhan yang tidak nyaman.

Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan GERD:

  1. Obesitas
  2. Kehamilan
  3. Hernia hiatal atau tonjolan lambung ke rongga dada yang mengganggu fungsi LES
  4. Merokok
  5. Langsung berbaring usai makan
  6. Melewatkan waktu makan
  7. Makan dalam porsi besar
  8. Mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat meningkatkan produksi asam lambung seperti makanan berlemak, pedas, asam, dan minuman mengandung kafein.
  9. Mengonsumsi alkohol berlebih

Rentan diderita anak muda

GERD selama ini dikenal sebagai penyakit yang lebih sering menyerang orang tua. Namun, sebuah studi oleh World Health Organization pada 2021, menunjukkan bahwa sekitar 10 persen hingga 15 persen remaja mengalami GERD. Kelompok usia rentang 15-27 juga disebut sebagai yang memiliki risiko paling tinggi terjangkit.

Kondisi ini banyak dipengaruhi oleh kebiasaan anak muda yang kerap mengonsumsi makanan cepat saji, minuman berkafein tinggi, serta kecenderungan begadang. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut perlahan mengganggu dan merusak ritme kerja sistem pencernaan mereka.

Cara mencegah GERD

Kunci utama dalam mencegah kambuhnya GERD adalah dengan merubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Perbaiki pola makan dengan makan secara tepat waktu, teratur, dan tidak terburu-buru. Biasakan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil, namun lebih sering, serta usahakan untuk makan dua hingga tiga jam sebelum tidur. Di samping itu, hindari jenis makanan yang dapat memicu peningkatan asam lambung.

Selain menjaga pola makan, hentikan kebiasaan merokok. Sebab, merokok dapat melemahkan fungsi katup antara lambung dan kerongkongan yang berperan mencegah naiknya asam lambung.

Seiring dengan merubah gaya hidup, konsumsi pula obat yang telah direkomendasikan oleh dokter. Pada umumnya, obat-obat tersebut diberikan guna menetralkan asam lambung baik di kerongkongan maupun di lambung.

Pewarta: Nadine Laysa Amalia
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: