News

Trump Ancam Iran dengan Tindakan Lebih Keras Kalau Tolak Kesepakatan

Moskow (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut sedang mempertimbangkan berbagai opsi terkait situasi dengan Iran, termasuk kemungkinan melancarkan serangan militer yang kuat dan menentukan. Laporan CNN pada Rabu (28/1) menyebutkan, semua skenario masih terbuka di meja Trump.

Jika perintah serangan benar-benar dikeluarkan, Trump disebut ingin bisa dengan cepat mendeklarasikan kemenangan. Hal itu disampaikan CNN dengan mengutip sejumlah sumber dan pejabat anonim yang mengetahui pembahasan internal tersebut.

Meski begitu, Trump juga menyadari bahwa menyerang Iran bukan perkara mudah. Iran dinilai memiliki kemampuan militer yang lebih kuat dibandingkan target AS sebelumnya. Selain itu, posisi geografis Teheran yang jauh dari pesisir membuat operasi militer menjadi lebih menantang.

Perbedaan lain terlihat dari jalur diplomasi. Hingga saat ini, pejabat Iran menolak berkomunikasi dengan Amerika Serikat. Kondisi ini berbeda dengan Venezuela, yang disebut sempat menjalin kontak dengan pemerintahan Trump sebelum operasi militer dilancarkan.

Pada Rabu, Trump kembali melontarkan pernyataan keras dengan mengatakan bahwa sebuah “armada besar” sedang bergerak menuju Iran dengan cepat. Ia juga memperingatkan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai, maka serangan AS di masa depan akan berdampak “jauh lebih buruk.”

Sebelumnya, Trump juga menyatakan dukungan terhadap para pengunjuk rasa di Iran dan secara terbuka mengancam akan melancarkan serangan. Pernyataan tersebut langsung menuai kecaman dari Teheran.

Pemerintah Iran menilai pernyataan Trump sebagai bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara mereka, sekaligus memperkeruh situasi yang sudah tegang antara kedua negara.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: