Banjir melanda Tambun Sungai Angke sudah berlangsung kurang lebih 21 hari atau tiga minggu, dari sekitar tanggal 9 Januari sampai 30 Januari
Bekasi (KABARIN) - Kampung Tambun Sungai Angke, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, masih terjebak banjir setinggi 80 centimeter sampai 1,5 meter hingga memasuki pekan ketiga.
Hingga Jumat (30/1), berdasarkan pantauan ANTARA, genangan air setinggi 80 centimeter hingga 1,5 meter masih merendam ratusan rumah warga dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Banjir dipicu oleh meluapnya aliran kali irigasi yang sudah tidak mampu menampung debit air. Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya intensitas hujan serta luapan sungai yang melintasi kawasan permukiman warga.
Salah seorang warga terdampak, Syaifulloh HR, mengatakan banjir di Tambun Sungai Angke telah berlangsung selama kurang lebih 21 hari sejak awal Januari 2026.
“Banjir melanda Tambun Sungai Angke sudah berlangsung kurang lebih 21 hari atau tiga minggu, dari sekitar tanggal 9 Januari sampai 30 Januari. Ketinggian air berkisar antara 80 sentimeter sampai 150 sentimeter atau satu setengah meter. Sejak Jumat dini hari sampai pagi hujan lebat juga melanda wilayah ini,” ujar Syaifulloh HR saat ditemui di Tambun Sungai Angke, Bekasi, Jumat.
Menurut Ketua MUI Desa Pahlawan Setia tersebut, wilayah terdampak terparah berada di RW 06 Dusun 3 dengan ketinggian air mencapai 150 centimeter, sementara di RW 05 ketinggian air berkisar antara 80 hingga 100 centimeter.
Syaifulloh berharap pemerintah setempat segera menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak. Pasalnya, sebagian besar warga Tambun Sungai Angke menggantungkan hidup sebagai pedagang dan petani, yang kini kesulitan beraktivitas akibat banjir berkepanjangan.
“Sebagian besar mata pencaharian warga adalah pedagang dan petani. Karena banjir sudah lama, warga sulit berusaha dan berdagang. Sawah juga kebanjiran dan berdampak besar kepada petani,” katanya.
Selain bantuan logistik, lanjut dia, warga juga meminta layanan pengobatan secara berkala. Banjir yang berlangsung lama menyebabkan banyak warga mengalami demam, gatal-gatal, hingga penyakit kulit.
“Pengobatan itu penting karena banjirnya sudah lama. Banyak warga mengalami masalah kesehatan, seperti demam dan penyakit kulit,” ucapnya.
Tak hanya itu warga juga mendesak pemerintah setempat untuk segera membuka dan menormalisasi saluran air menuju Segara Jaya agar banjir dapat cepat surut.
Menurut Syaifulloh, gorong-gorong dan saluran air dari Tambun Sungai Angke menuju Segara Jaya telah mengalami pendangkalan dan lama tidak dikeruk, sehingga aliran air tersumbat.
“Saluran air ke Segara Jaya sudah dangkal dan lama tidak dinormalisasi. Karena saluran airnya macet, banjir di Tambun Sungai Angke lama surutnya, bisa berminggu-minggu. Di sini jadi seperti tempat parkirnya air,” kata Syaifulloh.
Hingga kini, warga berharap adanya langkah cepat dan konkret dari pemerintah untuk mengatasi banjir yang terus berlarut serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Akibat banjir tersebut beberapa sekolah di sekitar wilayah Tambun Sungai Angke, seperti MI Attaqwa 41, SMP Attaqwa 13, maupun SDIT Samba Taruma, melakukan pembelajaran secara daring.
Sementara beberapa perumahan yang terdampak banjir di wilayah Tambun Sungai Angke, Tarumajaya, Bekasi, antara lain Perumahan Griya Rahmani, Perumahan Leticia Mansion, Bumi Sakinah 2, serta Villa Mutiara Mas 1 dan 2.
Menurut pantauan ANTARA, ketinggian air di Perumahan Villa Mutiara Mas 1 dan 2 serta Bumi Sakinah 2 berkisar 30 - 45 centimeter. Sedangkan untuk Perumahan Griya Rahmani maupun, Perumahan Leticia Mansion berkisar 30 - 60 sentimeter (cm).
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026