Sport

Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala Asia 2026 Usai Laga Epik Lawan Iran

Jakarta (KABARIN) - Indonesia Arena Jakarta menjadi saksi malam penuh emosi. Timnas Futsal Indonesia harus mengubur mimpi mengangkat trofi Piala Asia Futsal 2026 setelah takluk dari Iran lewat drama adu penalti di partai final, Sabtu malam. Skor 5-5 bertahan hingga waktu normal dan babak tambahan, sebelum Iran menang 5-4 dalam tos-tosan penentuan.

Meski gagal menjadi juara, hasil ini tetap terasa istimewa. Peringkat kedua menjadi pencapaian terbaik Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Asia Futsal, sebuah lompatan besar yang diraih di hadapan publik sendiri.

Laga final berjalan panas sejak menit awal. Indonesia sempat mengancam lebih dulu lewat Rio Pangestu, tetapi Iran justru membuka keunggulan pada menit ketiga melalui Hossein Tayebi. Dukungan ribuan suporter langsung bergemuruh ketika Reza Gunawan menyamakan skor lewat sontekan cepat pada menit ketujuh.

Momentum berpihak ke tuan rumah. Umpan jauh kiper Ahmad Habiebie sukses dimanfaatkan Israr Megantara untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1, sebelum Israr kembali mencatatkan namanya di papan skor satu menit kemudian. Indonesia unggul 3-1 dan tampil penuh percaya diri.

Iran tak tinggal diam. Setelah gol mereka sempat dianulir lewat challenge, tim asuhan Vahid Shamsaee akhirnya memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 di menit ke-18. Babak pertama pun ditutup dengan tensi tinggi.

Memasuki babak kedua, Iran tampil agresif dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Namun Indonesia kembali menunjukkan mental baja. Gol Samuel Eko di menit ke-24 membawa Garuda kembali memimpin 4-3.

Saat laga tampak akan dimenangkan Indonesia, Iran menerapkan skema power play di menit-menit akhir dan berhasil memaksakan skor imbang 4-4. Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan.

Drama belum berakhir. Israr Megantara mencetak hattrick dan membawa Indonesia unggul 5-4 di babak tambahan kedua. Namun hanya berselang beberapa detik, Iran kembali menyamakan kedudukan lewat tembakan keras Salar Aghapour.

Skor 5-5 tak berubah hingga laga usai, memaksa final ditentukan lewat adu penalti. Dalam momen paling menegangkan, dua eksekutor Indonesia gagal menuntaskan tugas, sementara Iran tampil lebih tenang dan keluar sebagai juara.

Meski berakhir dengan air mata, perjuangan Timnas Futsal Indonesia malam itu adalah cerita tentang keberanian, daya juang, dan kemajuan besar futsal nasional. Runner-up Asia di kandang sendiri bukan akhir, melainkan fondasi untuk mimpi yang lebih tinggi.

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026
TAG: