Jakarta (KABARIN) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan Tim Reformasi Polri tidak mengusulkan rencana menempatkan Polri di bawah kementerian tertentu.
“Nggak ada,” kata Prasetyo saat ditanya soal isu yang sempat beredar di masyarakat terkait posisi kelembagaan Polri. Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta usai menghadiri Rapat Pimpinan TNI-Polri, Senin.
Prasetyo menambahkan Presiden Prabowo Subianto tetap memantau kerja Tim Reformasi Polri yang rutin melaporkan perkembangannya secara langsung. Meski tidak semua proses terlihat publik, laporan tetap sampai ke Presiden.
“Ada dong. Kan lapor kepada Pak Presiden,” ujarnya menegaskan.
Menurut Prasetyo, fokus pemerintah sekarang adalah memperkuat institusi negara lewat kementerian dan lembaga terkait, termasuk TNI dan Polri.
Ia menekankan bahwa birokrasi harus solid, tentara harus profesional, dan polisi juga harus kuat untuk memastikan negara tetap tangguh.
“Birokrasi harus kuat dan hebat. Tentara harus kuat dan hebat dan polisi juga harus kuat dan hebat. Jadi, kita harus membuat kuat, bukan terjebak pada isu-isu kelembagaan,” jelasnya.
Terkait kemungkinan pembahasan rekomendasi Tim Reformasi Polri dalam Rapim TNI-Polri, Prasetyo menegaskan agenda itu belum dibahas. Rapim lebih fokus pada koordinasi TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas nasional.
“Nanti dulu. Ini kan Rapim TNI Polri. Tadi tidak ada membahas spesifik itu,” katanya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026