News

Ini Penyebab Sejumlah Kios di Pasar Cipulir Sepi

Jakarta (KABARIN) - Pengelola Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, menjelaskan kenapa beberapa kios di pasar itu terlihat sepi setelah ikut aturan hak pakai kios dari Pasar Jaya.

"Pengelolaan kios di Pasar Cipulir mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Pasar Jaya, yakni hak pakai kios atau tempat usaha berlaku selama 20 tahun atau menyesuaikan masa pakai dengan bangunan pasar," kata Manager Area Pasar Jaya 10, Muhammad Ikhsan.

Saat ditemui di Pasar Cipulir, Rabu, Ikhsan bilang ada beberapa alasan kenapa beberapa kios harus ditutup atau diberi keterangan penutupan sementara.

Salah satunya karena pedagang nggak bayar biaya pengelolaan pasar lewat sistem non-tunai CMS (Cash Management System) Pasar Jaya.

"Jadi proses penutupan sementara itu bila pedagang tidak membayar biaya pengelolaan pasar atau CMS," katanya.

Kalau pedagang telat atau nggak bayar, pengelola bakal kasih peringatan satu sampai tiga kali, kirim surat pemberitahuan penutupan sementara, sampai akhirnya bisa dibatalkan hak pakai kiosnya.

Selain itu, perubahan pola belanja juga jadi faktor. Sekarang banyak pedagang grosir yang memesan barang secara daring atau jarak jauh.

Pasar Cipulir memang terkenal sebagai pusat tekstil grosir selain Tanah Abang, dengan harga yang lebih ramah di kantong. Pembeli datang dari berbagai daerah di luar Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Tapi sekarang, nggak semua pembeli luar daerah datang langsung ke pasar karena ada sistem pesan daring dan penjualan lewat media sosial.

Kondisi ini bikin kunjungan ke beberapa kios berkurang dan transaksi nggak seramai dulu. Pengelola dan pedagang pun dituntut buat adaptasi dengan tren jual beli digital yang makin berkembang.

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: