Prabowo Dorong Pemakaian Teknologi Pengolahan Sampah Skala Mikro Lebih Cepat

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto untuk mempercepat pemanfaatan teknologi pengolahan sampah skala mikro yang tengah dikembangkan di sejumlah kampus di Indonesia.

Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu, Brian memaparkan berbagai inovasi pengolahan sampah skala mikro kepada Presiden, mengingat isu pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy juga menjadi fokus pembahasan.

"Bapak Presiden memberikan arahan, selain tentu waste-to-energy yang tetap terus berjalan, beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus, tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan," ujar Brian Yuliarto kepada wartawan usai rapat.

Brian menambahkan kementeriannya akan mempercepat tahapan pengembangan teknologi itu, termasuk uji coba buatan kampus agar pengolahan sampah skala mikro bisa diterapkan sesegera mungkin. Targetnya uji coba dilakukan di beberapa kelurahan dan desa tahun ini.

"Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan. Kita akan segera pilih. Ada juga (yang) akan berjalan bersama Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro, di tingkat kelurahan, lebih efektif," kata Brian.

Beberapa teknologi yang dibahas antara lain metode gasifikasi, plasma-assisted, dan reaktor plasma dingin. Brian menekankan teknologi ini dirancang untuk mengolah sampah hingga 10 ton, menyesuaikan rata-rata sampah harian di tingkat kelurahan.

Jika berhasil diterapkan, diharapkan mobilisasi sampah ke TPA bisa berkurang karena sampah rumah tangga sudah diolah di tingkat desa atau kelurahan.

"Jadi, sampah tidak perlu dibuang jauh-jauh ya. Jadi, semuanya bisa ditangani di tingkat kelurahan," tambah Brian.

Selain itu, kementerian akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup agar teknologi yang digunakan ramah lingkungan. Brian menyebut rencana uji coba di beberapa kota akan mempercepat penanganan sampah sambil menunggu proyek waste-to-energy Danantara berjalan.

"Kami akan segera melakukan rapat dengan (Kementerian) Lingkungan Hidup, dengan Danantara untuk pengembangan teknologinya lebih massal ya sehingga standarnya juga lebih baik, dan juga tadi dengan pemerintah daerah kami akan segera uji coba di beberapa kota. Harapannya juga bisa mempercepat penanganan sampah sambil menunggu (proyek) waste-to-energy yang sedang dijalankan Danantara (juga) berjalan," ujarnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka