Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, resmi membuka Maroedja Sport Park yang sebelumnya dikenal sebagai Stadion Ki Amat di Kembangan, Jakarta Barat.
“Hari ini saya meresmikan pencanangan Maroedja Sport Park yang dulu namanya Stadion Ki Amat, bukan kiamat, tapi Ki Amat. Karena namanya terlalu berat, diubah menjadi Maroedja Sport Park,” kata Pramono saat peresmian, Kamis.
Pramono menjelaskan, Maroedja Sport Park lahir dari kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan DPRD DKI dalam merenovasi dan menata lahan seluas sekitar 2,2 hektare agar bisa dimanfaatkan sebagai ruang publik.
Taman ini menghadirkan lapangan basket, jogging track, dan berbagai fasilitas olahraga lainnya.
“Memang ini baru tahap pertama, nanti akan diselesaikan pada tahap kedua. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari penataan Kawasan Koridor Meruya untuk meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau publik serta menjadi wadah interaksi sosial di Jakarta,” jelas Pramono.
Total anggaran pembangunan mencapai Rp10,9 miliar dari kebutuhan sekitar Rp12 miliar. Pramono meminta jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bersama Dispora DKI segera melanjutkan pembangunan tahap kedua.
“Nanti kalau tidak bisa diselesaikan, Pemerintah DKI Jakarta akan turun tangan untuk menyelesaikan,” ucapnya.
Pemprov DKI kini menekankan pengembangan ekosistem olahraga yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism di kawasan regional.
Pramono menilai lokasi Maroedja Sport Park strategis dan sangat dibutuhkan masyarakat sekitar. Ke depannya, taman ini akan dilengkapi pencahayaan dan videotron agar bisa digunakan sampai malam hari.
“Oleh karena itu, dengan kehadiran fasilitas umum ini, kami mengajak warga untuk turut merawat Maroedja Sport Park sebagai bagian dari jati diri kota di tengah pembangunan Jakarta yang terus berkembang,” tambahnya.
Maroedja Sport Park dibangun dengan konsep Sponge City Infrastructure dan dirancang dalam dua tahap dengan empat zona utama, yakni zona penerima, zona olahraga, zona rekreasi, dan zona penyerapan air.
Zona penerima menghadirkan gerbang utama, area parkir, dan toilet. Zona olahraga dilengkapi lapangan basket, mini soccer, dan jogging track. Zona rekreasi memiliki forest cafe, playground, lapangan voli, serta plaza UMKM. Sementara zona penyerapan air menyediakan kolam retensi dan forest walk.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026