Norwegia Tegaskan Komitmen 2 Negara usai Bertemu Presiden Palestina

waktu baca 2 menit

Oslo (KABARIN) - Pemerintah Norwegia kembali menegaskan dukungannya terhadap solusi dua negara setelah Perdana Menteri Jonas Gahr Støre dan Menteri Luar Negeri Espen Barth Eide menerima kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Oslo, Rabu.

Dalam pernyataan resmi pemerintah Norwegia, Støre mengaku “sangat prihatin” dengan perkembangan situasi di Palestina yang dinilainya semakin memburuk.

Meski tahap kedua dari rencana perdamaian seharusnya sudah berjalan, kondisi di Jalur Gaza disebut masih sangat parah bagi sekitar 2 juta penduduk. Pasokan barang dan bantuan darurat yang masuk ke wilayah tersebut dinilai belum mencukupi, sementara sekitar 80 persen bangunan di Gaza dilaporkan hancur atau rusak berat.

Støre menegaskan Norwegia berharap konflik dan pendudukan bisa segera berakhir, serta tercapai solusi politik yang langgeng. Ia ingin Palestina dan Israel bisa hidup berdampingan secara damai dan aman. Menurutnya, solusi dua negara yang nyata bukan hanya penting bagi stabilitas Timur Tengah, tapi juga berdampak pada keamanan kawasan Eropa.

Pernyataan tersebut juga menyoroti kondisi serius di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Situasi di wilayah itu digambarkan dipenuhi kekerasan oleh pemukim, perluasan permukiman, operasi militer Israel, pembongkaran rumah warga, hingga pembatasan pergerakan yang luas bagi penduduk Palestina.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide menegaskan negaranya bersama negara-negara yang memiliki pandangan serupa akan terus mendorong terwujudnya solusi dua negara dan melawan berbagai kekuatan yang justru membawa situasi ke arah yang lebih buruk.

Kunjungan Mahmoud Abbas ini juga punya makna simbolis. Ini merupakan lawatan pertamanya ke negara Nordik tersebut sejak Norwegia secara resmi mengakui Palestina sebagai negara pada Mei 2024.

Sebagai bentuk dukungan konkret, pada 2025 Norwegia menyalurkan bantuan sebesar 2,1 miliar krona Norwegia atau sekitar 221 juta dolar AS untuk Palestina. Bantuan ini diharapkan bisa membantu meringankan dampak krisis kemanusiaan yang masih terus berlangsung.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka