Jakarta (KABARIN) - Petinju asal Kanada Caroline Veyre resmi dinobatkan sebagai juara dunia kelas bulu super putri (59 kg) World Boxing Council (WBC) usai membungkam Delfine Persoon di Grand Rapids, Michigan, Amerika Serikat.
"Caroline unggul dengan dengan skor 94-92 dan 95-91, serta satu kartu skor yang cukup mencolok yakni 99-88," demikian laporan WBC dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Pertarungan penuh gengsi itu berlangsung sengit dan penuh tensi sejak awal hingga akhir. Kedua petinju menampilkan gaya bertarung kontras membuat duel berlangsung keras dan menarik perhatian para penonton.
Caroline datang dengan bekal pengalaman amatir yang sangat solid sebelum memasuki jajaran profesional. Petinju berusia 37 tahun itu mampu memaksimalkan keunggulan kecepatan tangan dan ketepatan pukulan, terutama saat bertarung dari jarak jauh.
Dia beberapa kali sukses mengontrol tempo dan mendaratkan kombinasi bersih yang menjadi poin penting di mata juri.
Namun, Caroline tidak mendapat kemenangan dengan mudah. Delfine Persoon yang dikenal sebagai petinju berpengalaman dengan gaya bertarung agresif, tampil dengan tekanan konstan dan permainan fisik yang intensif.
Delfine kerap memaksa duel jarak dekat, mengandalkan kekuatan, daya tahan, serta pengalaman panjangnya di level elite untuk merusak ritme bertarung Caroline.
Pertarungan berkembang menjadi duel yang sangat keras dan kasar. Intensitas laga membuat wasit harus beberapa kali turun tangan untuk melerai kedua petinju. Bahkan, akibat pelanggaran yang terjadi sepanjang pertandingan, wasit mengambil keputusan tegas dengan mengurangi dua poin dari masing-masing petinju.
Setelah pertarungan berakhir, para juri memberikan penilaian yang berpihak pada ketepatan dan efektivitas pukulan Caroline. Keputusan mutlak tersebut memastikan Caroline keluar sebagai pemenang dan berhak menyandang sabuk juara dunia WBC kelas super featherweight.
Kemenangan itu menjadi pencapaian terbesar dalam karier profesional Caroline sekaligus menegaskan posisinya di jajaran elite tinju wanita dunia dengan rekor 11 kemenangan dan satu kekalahan.
Sementara itu, Delfine yang menunjukkan ketangguhan dan reputasinya sebagai salah satu petinju paling keras dan berpengalaman di divisinya, harus menerima kekalahan yang menambah noda rekornya menjadi 50 kemenangan dengan 20 knockout (KO) dan empat kekalahan.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026