"Saya belum tahu, nanti mungkin habis itu, mungkin melanjutkan yang sampah mikro kemarin,"
Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis siang untuk mengikuti rapat terbatas (ratas), termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Berdasarkan pantauan ANTARA, Menteri Brian tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.05 WIB. Lalu disusul Menteri Trenggono dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO Danantara Dony Oskaria.
Menteri Brian mengaku belum mengetahui secara pasti agenda pembahasan dalam ratas tersebut. Namun, dia menyebut pertemuan itu kemungkinan melanjutkan pembahasan terkait penanganan sampah mikro yang telah dibahas dalam ratas sebelumnya yang berlangsung Rabu (11/2).
"Saya belum tahu, nanti mungkin habis itu, mungkin melanjutkan yang sampah mikro kemarin," kata Brian, seraya mengungkapkan terdapat tujuh pejabat yang dipanggil Presiden untuk mengikuti ratas tersebut.
Terkait keterlibatan perguruan tinggi, Brian menyebut belum ada perwakilan kampus yang diundang dalam ratas. Meski demikian, dia menjelaskan penerapan teknologi pengolahan sampah skala mikro di lingkungan kampus saat ini sudah berjalan di sejumlah perguruan tinggi.
Beberapa kampus yang telah menerapkan teknologi pengolahan sampah skala mikro antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Diponegoro (Undip).
Adapun Institut Teknologi Bandung (ITB) baru akan menerapkan teknologi itu.
"Ada mungkin ditemukan ada 20 kampus diterapkan. Tahun ini kita dorong untuk membuat sampah di kampus selesai di kampus. Jadi mungkin kita harapkan 100 kampus tahun ini buat program sampah di kampus selesai di kampus," ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo memerintahkan Menteri Brian untuk mempercepat pemanfaatan teknologi pengolahan sampah skala mikro yang saat ini telah dikembangkan oleh beberapa kampus di Indonesia.
Dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (11/2), Brian memaparkan sejumlah teknologi pengolahan skala mikro itu kepada Presiden, mengingat program pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) merupakan salah satu isu yang dibahas saat rapat.
"Bapak Presiden memberikan arahan, selain tentu waste-to-energy yang tetap terus berjalan, beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus, tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan," kata Brian Yuliarto menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana, Jakarta, selepas rapat.
Oleh karena itu, Brian menjelaskan kementerian akan mempercepat tahapan pengembangannya, termasuk uji coba teknologi buatan beberapa kampus itu sehingga pengolahan sampah skala mikro dapat segera dilakukan.
Brian menargetkan uji coba itu dapat dilakukan di beberapa kelurahan dan desa pada tahun ini.
Beberapa teknologi pengolahan sampah yang dibahas itu di antaranya menggunakan metode gasifikasi, kemudian plasma-assistend, dan reaktor plasma dingin.
Teknologi tersebut akan dirancang untuk mengolah sampah hingga 10 ton, mengingat rata-rata sampah yang dihasilkan di tingkat kelurahan mencapai 10 ton per hari.
Jika nantinya teknologi skala mikro itu dapat dimanfaatkan, Brian berharap ke depan mobilisasi sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) pun berkurang, karena sampah rumah tangga telah habis diolah di tingkat desa/kelurahan.
Brian kemudian menambahkan kementeriannya juga akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan teknologi yang digunakan itu nantinya tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.
Sumber: ANTARA