Washington (KABARIN) - Gedung Putih pada Rabu (18/2) menolak untuk menetapkan tenggat waktu bagi pembicaraan nuklir AS-Iran dengan menyatakan bahwa Teheran diperkirakan akan menyampaikan lebih lanjut tentang posisi negosiasinya dalam beberapa minggu mendatang.
"Diplomasi selalu menjadi opsi pertama beliau (Presiden Donald Trump)," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam sebuah taklimat pers harian.
Namun demikian, dia mengatakan "ada banyak alasan dan argumen yang dapat mendasari untuk melakukan serangan terhadap Iran."
Leavitt menolak untuk menetapkan tenggat waktu bagi perundingan antara Washington dan Teheran. Leavitt mengatakan bahwa dia tidak akan "menetapkan tenggat waktu atas nama presiden AS."
Wakil Presiden AS JD Vance pada Selasa (17/2) mengatakan perundingan tersebut menunjukkan beberapa tanda positif, tetapi "garis merah" utama AS masih belum terpenuhi.
Seorang penasihat Trump menyebutkan Gedung Putih semakin mendekati kemungkinan aksi militer, dengan estimasi "peluang 90 persen" melakukan serangan dalam beberapa pekan ke depan jika perundingan gagal, lapor Axios pada Selasa.
Operasi apa pun oleh AS dapat melibatkan kampanye berskala besar selama beberapa pekan, yang berpotensi dilakukan bersama Israel, dengan menargetkan program-program nuklir dan rudal Iran serta menimbulkan ancaman serius bagi kepemimpinan Teheran, ungkap laporan Axios tersebut, mengutip sumber-sumber yang memahami masalah tersebut.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026