News

Keindahan Cendrawasih Menginspirasi Koleksi Sepatu Island Series Papua

Jakarta (KABARIN) - Keindahan burung Cendrawasih yang dikenal sebagai Burung Surga kini hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan gaya hidup anak muda. Keanggunannya diterjemahkan ke dalam desain sepatu lewat koleksi Island Series Papua dari adidas yang resmi diperkenalkan pada Rabu.

Papua menjadi seri keenam dalam rangkaian Island Series yang mengangkat kekayaan pulau-pulau di Indonesia. Sebelumnya, koleksi ini lebih dulu terinspirasi dari Bali, Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Salah satu detail yang langsung mencuri perhatian adalah ikon burung Cendrawasih yang ditempatkan di bagian tumit sepatu. Bagi masyarakat Papua, burung ini bukan sekadar simbol alam, tetapi juga punya makna spiritual yang kuat karena sering hadir dalam tarian adat dan ornamen tradisional sebagai lambang keanggunan, kekuatan, dan kehormatan.

Nuansa Papua juga terasa dari kombinasi warna krem dan cokelat yang menggambarkan tanah Papua, serta detail rumbai yang merepresentasikan tekstil khas daerah tersebut. Sepatu ini dilengkapi dua pilihan tali sepatu berwarna putih dan cokelat yang bisa disesuaikan dengan gaya pemakainya.

Sentuhan Papua tidak hanya ada di sepatunya, tetapi juga pada desain boks. Berbeda dari kemasan adidas Originals biasanya, boks edisi ini hadir dengan warna cokelat dan motif khas Papua yang dipadukan dengan tiga garis ikonik adidas, membuatnya layak dijadikan koleksi tersendiri.

Island Series Papua menggunakan siluet Superstar yang legendaris. Model ini pertama kali diperkenalkan pada 1969 sebagai sepatu basket low-top, lalu populer di kalangan pemain NBA pada era 1970-an sebelum akhirnya menjadi ikon fashion global. Ciri khas shell toe di bagian depan serta material kulit full-grain membuat sepatu ini tetap nyaman dipakai untuk aktivitas harian.

Selain sepatu, koleksi ini juga menghadirkan dua kaos hasil kolaborasi dengan seniman lokal Papua, Michael Yan Davis. Kedua desainnya merepresentasikan hubungan erat masyarakat Papua dengan budaya dan lingkungan sekitar.

Desain pertama bertema Connectedness yang menggambarkan nilai tradisi dan kepercayaan, termasuk ilustrasi topeng yang menyatu dengan tubuh sebagai simbol budaya suku Biak.

Desain kedua bertema close knitted yang menampilkan Salam Kumbi, gestur salam khas suku-suku pegunungan tengah Papua yang melambangkan persaudaraan, kasih sayang, kebersamaan, dan perdamaian.

Ada juga ilustrasi gerakan tarian Yospan, tarian pergaulan khas Papua yang identik dengan keceriaan dan kebersamaan anak muda.

Koleksi Island Series Papua menunjukkan bahwa budaya lokal bisa hidup berdampingan dengan tren modern. Tradisi tidak hanya dijaga di ruang adat, tapi juga bisa hadir dalam karya kreatif yang relevan dengan gaya hidup generasi masa kini.

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: