Aceh Tengah (KABARIN) - Warga penyintas bencana di Aceh Tengah berharap akses jalan yang sempat tertutup longsor bisa kembali normal agar mobilitas dan aktivitas ekonomi tidak terus terganggu.
Longsor susulan menutup ruas jalan utama menuju Kecamatan Bintang, sehingga arus lalu lintas harus dibersihkan menggunakan alat berat milik BPBD Aceh Tengah dengan waktu pengerjaan sekitar satu jam.
Rahmat, salah satu warga setempat, mengaku kondisi ini membuat perjalanan jadi terasa jauh lebih berisiko, terutama saat sore hingga malam hari.
"Jadi kalau dulu kami berangkat mau malam, kami enggak terlalu khawatir. Tapi setelah kejadian seperti ini, kan banyak beberapa titik dari sini yang terjadi longsor jadi kalau kami pergi ini, kalau sudah sore sudah agak was-was juga dengan situasi (jalan rawan longsor)," kata Rahmat.
Ia berharap pemerintah bisa bergerak cepat memperbaiki akses jalan agar kehidupan warga bisa kembali berjalan normal.
"Ya ini ke depannya kami minta dari pihak pemerintah semoga cepatlah diperbaiki jalan ini supaya ekonomi masyarakat cepat pulih," imbuhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Salma Anita yang kesulitan beraktivitas karena akses menuju Kota Takengon sering terganggu longsor.
"Yang pasti kan kami takut soalnya kalau sudah hujan pasti jalannya longsor. Apalagi kami ke kota dari kampung susah, kami juga terdampak bencana," ujar Salma.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Tengah sejak Rabu memicu longsoran tanah di beberapa kecamatan. Material longsor menutup jalur utama yang menghubungkan desa-desa menuju pusat kota.
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Lut Tawar, Bintang, Kebayakan, dan Linge. Sementara itu, jalur lingkar Danau Lut Tawar kini masih masuk kategori rawan longsor susulan, sehingga warga diminta tetap waspada saat melintas.
Sumber: ANTARA