Sport

Crystal Palace Mau Menang di Leg Kedua Lawan Zrinjski Tanpa Adu Penalti

Jakarta (KABARIN) - Pelatih Crystal Palace Oliver Glasner menegaskan timnya mau menang dalam laga leg kedua playoff 16 besar Liga Conference 2025/2026 lawan Zrinjski Mostar, Jumat dini hari WIB, tanpa babak tambahan dan adu penalti.

"Tujuan pertama kami adalah menghindari babak tambahan dan adu penalti. Kami ingin menang pada laga 90 menit," ujar Glasner, dikutip dari laman Crystal Palace, Kamis.

Dia mengakui bahwa timnya tidak melakukan persiapan khusus untuk adu penalti. Glasner pun tidak menetapkan pemain khusus sebagai eksekutor andai itu terjadi.

Juru taktik asal Austria itu menyebut, Palace mesti melewati adu penalti, dia akan menunjuk pemain yang paling percaya diri dan yang tampil bagus di lapangan.

"Namun, kalau di lapangan masih ada Justin Devenny (gelandang Palace-red), saya pastikan dia akan menjadi salah satu penendang. Dia adalah penendang penalti yang bagus," tutur Glasner.

Glasner bersiap untuk semua kemungkinan lantaran pada leg pertama yang berlangsung di kandang Zrinjski Mostar, Bosnia dan Herzegovina, timnya seri 1-1 dengan tuan rumah.

Akan tetapi, dia menargetkan anak-anak asuhnya untuk menang pada leg kedua, apalagi mereka bermain di hadapan para pendukungnya di Stadion Selhurst Park, London.

"Kami ingin menang di Selhurst lalu melaju ke babak berikutnya," tutur Glasner.

Meski demikian, dia menyadari Zjrinski Mostar adalah tim yang sulit dihadapi, sangat agresif dan selalu siap melakukan transisi yang bagus.

Glasner pun meminta timnya untuk menjaga keseimbangan permainan. Selain itu, dia juga meminta para pemainnya untuk tidak membiarkan lawan melakukan transisi dan rutin mengancam lini pertahanan lawan.

"Di samping itu, kami juga harus membuat struktur yang lebih baik ketika kehilangan bola," kata dia.

Sementara terkait skuadnya, Glasner belum dapat memastikan bek tengah Maxence Lacroix yang sebelumnya cedera dapat diturunkan kontra Zrinjski Mostar.

"Ada sedikit situasi yang memunculkan kekhawatiran, tetapi dia tampaknya baik-baik saja. Kami akan memantaunya sampai saat terakhir," ujar dia.

Lalu, satu pemain Palace lainnya yang dipastikan absen adalah penyerang Eddie Nketiah. Glasner menyebut pemuliahan Nketiah mengalami kemunduran. Itu membuatnya harus menepi lebih lama.

"Sepertinya dia baru dapat berlatih pada awal April. Selain mereka, semua pemain lain bugar, tidak ada yang cedera," kata Glasner.

Andai lolos ke 16 besar Liga Conference 2025/2026, Palace akan menghadapi antara Mainz atau AEK Larnaca yang lolos lebih awal karena menempati delapan besar klasemen fase liga.

Penetapan tim-tim yang berhadapan di 16 besar akan dilakukan pada pengundian yang berlangsung Jumat (27/2).

Pewarta: Farras Ziyad Muhammad
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: