Jakarta (KABARIN) - Tiga produsen otomotif besar yakni Hyundai Motor Co., Kia Corp., dan BMW Korea mengumumkan penarikan kembali (recall) lebih dari 100 ribu kendaraan di Korea Selatan. Langkah ini dilakukan secara sukarela setelah ditemukan cacat produksi yang berpotensi memicu risiko kebakaran.
Kementerian Transportasi Korea Selatan pada Rabu (25/2), sebagaimana dikutip dari Yonhap, menyebut total kendaraan yang ditarik mencapai 107.158 unit dari 37 model berbeda.
Hyundai menjadi produsen dengan jumlah recall cukup besar. Sebanyak 37.690 unit dari empat model kendaraan Hyundai, termasuk Kona Electric, akan menjalani perbaikan.
Masalah utama ditemukan pada perangkat lunak sistem manajemen baterai atau battery management system (BMS). Gangguan pada sistem tersebut berisiko menghambat deteksi dini terhadap potensi kebakaran pada kendaraan listrik.
Masalah serupa juga terjadi pada kendaraan listrik milik Kia. Pabrikan tersebut menarik kembali 1.590 unit Kia Niro EV akibat persoalan perangkat lunak BMS yang sama.
Sementara itu, BMW Korea melakukan penarikan dalam jumlah paling besar. Sebanyak 67.878 kendaraan dari 32 model berbeda, termasuk BMW 520i dan 320i, ikut terdampak.
Berbeda dengan Hyundai dan Kia, recall BMW dilakukan karena adanya cacat pada komponen motor starter. Kerusakan pada bagian tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kebakaran sehingga perlu segera diperbaiki.
Langkah penarikan kendaraan ini merupakan prosedur keselamatan standar di industri otomotif global. Produsen biasanya melakukan recall ketika ditemukan potensi masalah teknis yang bisa membahayakan pengguna, meski belum tentu menyebabkan insiden nyata di lapangan.
Melalui program recall, kendaraan yang terdampak akan mendapatkan pemeriksaan serta perbaikan tanpa biaya tambahan bagi pemiliknya. Pemerintah Korea Selatan juga menegaskan bahwa pengawasan keselamatan kendaraan akan terus diperketat guna mencegah risiko serupa di masa depan.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi kendaraan, terutama kendaraan listrik, tetap membutuhkan pembaruan sistem dan pengujian berkelanjutan agar keamanan pengguna tetap menjadi prioritas utama.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026