Health

Dokter Ingatkan Pentingnya Cukup Minum Air Agar Ginjal Tetap Sehat Saat Puasa

Jakarta (KABARIN) - Menjaga kesehatan ginjal selama menjalani puasa ternyata bisa dilakukan dengan cara yang cukup sederhana. Salah satunya dengan memastikan tubuh tetap mendapatkan cukup cairan saat waktu berbuka hingga sahur.

Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Cipto Mangunkusumo Andhika Rachman menjelaskan kebutuhan cairan tetap harus dipenuhi meski waktu makan dan minum berubah selama Ramadan.

“Saat puasa, menjaga kesehatan ginjal sebenarnya tidak sulit. Beberapa hal penting yang bisa dilakukan adalah cukup minum air saat berbuka hingga sahur, sekitar 6 sampai 8 gelas agar tubuh tidak mengalami dehidrasi,” kata Andhika.

Ia menjelaskan asupan cairan yang cukup membantu ginjal menjalankan tugas utamanya yaitu menyaring limbah dan racun dari darah. Jika tubuh kekurangan cairan dalam waktu lama fungsi tersebut bisa terganggu.

Selama puasa tubuh tidak menerima asupan air selama lebih dari 12 jam. Karena itu Andhika menyarankan konsumsi sekitar enam hingga delapan gelas air yang dibagi antara waktu berbuka hingga sahur agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi.

Selain menjaga hidrasi, pola makan juga perlu diperhatikan. Ia menyarankan masyarakat tidak terlalu sering mengonsumsi makanan yang terlalu asin serta membatasi asupan gula. Menu makanan seimbang juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Andhika juga mengingatkan beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker ginjal. Kebiasaan merokok, berat badan berlebih, serta tekanan darah tinggi menjadi penyebab yang cukup sering ditemukan.

Ia menyarankan masyarakat tetap melakukan aktivitas fisik ringan selama bulan puasa jika memungkinkan. Menghindari rokok juga menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

“Bagi orang yang memiliki penyakit seperti diabetes atau hipertensi, kontrol rutin dan kepatuhan minum obat juga sangat penting untuk menjaga fungsi ginjal,” sarannya.

Lebih lanjut Andhika menjelaskan ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai terkait kanker ginjal meski pada tahap awal penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala. Beberapa di antaranya seperti adanya darah pada urine, rasa nyeri di bagian pinggang atau punggung samping, munculnya benjolan di perut, serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Sebagian pasien juga bisa mengalami kelelahan berlebih atau anemia. Jika gejala seperti itu muncul, Andhika menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Ia menambahkan risiko kanker ginjal juga bisa meningkat pada orang yang memiliki riwayat penyakit ginjal kronis, menjalani dialisis dalam waktu lama, atau memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit yang sama.

“Paparan bahan kimia tertentu di tempat kerja juga dapat berperan,” katanya.

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: