Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Indonesia menjalin kolaborasi strategis dengan Inggris Raya untuk membuka jalan bagi perusahaan rintisan (startup) lokal agar mampu berekspansi dan bersaing di pasar global.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa Indonesia saat ini merupakan kekuatan besar dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Tapi, perusahaan rintisan Indonesia menghadapi hambatan saat ingin memperluas pasarnya seperti perbedaan regulasi, tantangan budaya, hingga kekurangan jaringan yang mapan di pasar internasional.
"Bagi banyak startup kita, perjalanan melampaui batas negara terhalang oleh 'langit-langit kaca'. Kami menyambut baik pendirian UK Landing Pad yang dirancang khusus untuk menembus batas tersebut," kata Wamenkomdigi Nezar dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan Indonesia memiliki ambisi besar untuk menumbuhkan inovasi-inovasi lokal yang bisa memenangkan persaingan di tingkat global. Melalui program itu, perusahaan rintisan Indonesia akan mendapatkan jalur terstruktur untuk berekspansi ke Inggris Raya yang didukung oleh para pakar, jejaring, dan mentor kelas dunia.
Kemitraan Indonesia dengan Inggris Raya itu dibangun atas visi bersama bahwa inovasi digital harus memimpin pertumbuhan yang berkelanjutan. Lewat program itu, talenta digital dan pelaku industri didorong untuk menciptakan solusi inovatif yang diakui dunia.
"Inggris dan Indonesia menjalin kemitraan berdasarkan visi bersama bahwa inovasi digital harus melayani masyarakat, serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif," kata Nezar Patria menjelaskan.
Wamenkomdigi Nezar berpesan kepada para pendiri perusahaan rintisan lokal untuk terus memiliki ketahanan dan kemampuan beradaptasi karena ekspansi skala global membutuhkan perjuangan yang panjang.
"Anda tidak hanya membangun sebuah perusahaan, Anda adalah duta bakat dan kecerdasan Indonesia. Mari kita mulai perjalanan ini menuju masa depan, di mana inovasi Indonesia dikenal dan dihormati di setiap sudut dunia," ucap Wamenkomdigi Nezar Patria.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026