IHSG Menguat Ikuti Sentimen Global di Tengah Optimisme Perdamaian AS–Iran

waktu baca 2 menit

Arus keluar dana asing menunjukkan bahwa investor global masih cenderung berhati-hati terhadap aset Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian domestik dan global

Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat bergerak menguat seiring penguatan bursa saham global, didorong optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

IHSG dibuka naik 74,38 poin atau 1,26 persen ke level 5.960,27. Sementara itu, Indeks LQ45 juga menguat 9,97 poin atau 1,70 persen ke posisi 596,81.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta mengingatkan investor untuk berhati-hati dalam menambah posisi beli di tengah potensi gejolak pada akhir pekan.

“Kiwoom Research perlu ingatkan para investor/trader untuk belum dulu mengambil posisi beli lebih banyak, untuk antisipasi gejolak social unrest/ factor global-domestic lainnya during weekend,” ujar Liza.

Dari sentimen global, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa pembahasan kesepakatan damai dengan Iran telah mencapai tahap final dan siap ditandatangani dalam waktu dekat. Ia juga menyebut Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah kesepakatan tercapai, disertai pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran.

Meski demikian, ketegangan masih berlangsung karena kedua negara masih saling melancarkan serangan hingga Kamis (11/6), sehingga pasar tetap mewaspadai risiko gangguan pasokan energi global.

Harga minyak dunia pun tercatat melemah. Brent turun 4,5 persen menjadi 88,91 dolar AS per barel, sementara WTI turun 4,2 persen menjadi 86,26 dolar AS per barel.

Dari Eropa, bursa saham menguat setelah European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,25 persen dan merevisi proyeksi ekonomi serta inflasi kawasan Euro.

Sementara itu, pelaku pasar global juga mencermati ekspektasi kebijakan The Fed, IPO besar SpaceX, serta dimulainya Piala Dunia FIFA di Amerika Serikat yang turut memengaruhi arus likuiditas global.

Di sisi domestik, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp61 miliar, sehingga akumulasi sepanjang tahun berjalan mencapai sekitar Rp78,5 triliun. Kondisi ini menunjukkan sikap hati-hati investor global terhadap pasar Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik.

Selain itu, pasar juga mencermati potensi aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta yang dinilai dapat menambah kekhawatiran terkait stabilitas sosial.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa dan Wall Street kompak menguat, diikuti penguatan bursa Asia pada perdagangan pagi ini.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka