Semarang (KABARIN) - Polri resmi mengakhiri Operasi Ketupat 2026 yang digelar selama masa mudik Lebaran. Kegiatan pengamanan ini berlangsung selama 13 hari sejak pertengahan Maret hingga 25 Maret 2026.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa operasi tersebut ditutup tepat tengah malam berdasarkan arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
“Malam ini (Rabu (25/3)) pukul 24.00 WIB, mendasari TR Bapak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Operasi Ketupat sudah ditutup,” katanya di Semarang, Jawa Tengah.
Meski operasi utama telah selesai, Polri tetap melanjutkan pengamanan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan. Personel masih disiagakan untuk menjaga situasi keamanan sekaligus mengantisipasi lonjakan arus balik berikutnya yang diperkirakan terjadi pada akhir Maret.
Selama periode mudik, jumlah kendaraan yang melintas tercatat mencapai lebih dari 270 ribu unit pada puncaknya. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Walau volume kendaraan naik, kondisi lalu lintas tetap terpantau lancar. Hal ini tidak lepas dari penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah yang diterapkan di sejumlah titik.
“Strategi manajemen rekayasa lalu lintas, baik parameter-parameter untuk melakukan one way nasional dan bahkan one way lokal sepenggal tahap satu atau one way lokal presisi, ini bisa memecah arus sehingga bisa kita kelola dengan baik, arus mudik sudah kita lewati,” katanya.
Selain itu, angka kecelakaan selama Operasi Ketupat tahun ini juga mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Tingkat fatalitas korban turun cukup signifikan, begitu juga jumlah kejadian kecelakaan.
Polri pun mengapresiasi peran masyarakat yang dinilai semakin tertib di jalan sehingga perjalanan mudik bisa berjalan lebih aman dan terkendali.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026