Money

Antam Incar Emas Arab Saudi, Ekspansi Global Dimulai

Jakarta (KABARIN) - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mulai tancap gas memperluas bisnis emasnya ke level global. Salah satu langkah yang sedang dijajaki adalah peluang eksplorasi di Arab Saudi, yang dinilai punya potensi besar di sektor pertambangan.

Direktur Utama Antam Untung Budiharto mengungkapkan, perusahaan sudah mendaftarkan diri dalam lelang blok prospek emas di negara kawasan Teluk tersebut.

“Antam saat ini sedang menjajaki peluang eksplorasi luar negeri yang kami lakukan saat ini di Arab Saudi,” katanya dalam rapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, Antam tidak hanya sekadar menjajaki, tapi juga sudah ikut dalam proses penawaran untuk mendapatkan blok eksplorasi baru. Namun, proses lelang saat ini masih tertunda akibat kondisi geopolitik di Timur Tengah yang belum stabil.

Menurut Untung, ekspansi ini jadi bagian dari strategi besar Antam untuk menjaga keseimbangan antara optimalisasi aset yang sudah dimiliki dengan membuka peluang pertumbuhan baru di luar negeri.

Meski fokus ke ekspansi global, Antam tetap menggarap potensi dalam negeri. Perusahaan masih aktif melakukan eksplorasi organik di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) yang sudah ada, ikut dalam lelang Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) emas, serta menjalin kerja sama joint venture dengan Badan Geologi untuk mencari potensi wilayah baru.

Tak cuma emas, Antam juga memperkuat bisnis bauksit lewat proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) fase 2 yang digarap bareng PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Proyek ini terintegrasi dengan rencana pembangunan smelter aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.

Untung menjelaskan, skema bisnis SGAR dirancang untuk memastikan rantai pasok dalam negeri tetap kuat. Antam akan memasok bijih bauksit dalam jangka panjang, yang kemudian diolah menjadi alumina dan dilanjutkan ke produksi aluminium di dalam negeri.

Sejumlah tahapan penting proyek ini juga sudah tercapai, mulai dari penyelesaian bankable feasibility study, penetapan final investment decision (FID), kajian integrasi proyek, hingga persiapan tender serta proses engineering, procurement, and construction (EPC).

Proyek SGAR ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027 hingga 2028, sebagai bagian dari upaya memperkuat industri aluminium nasional.

Dari sisi kinerja, Antam juga mencatat hasil yang cukup solid. Hingga September 2025, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp6,6 triliun, naik signifikan 197 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, laporan keuangan audited untuk full year 2025 saat ini masih dalam tahap finalisasi oleh auditor.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: