Presiden Palestina Sebut Gencatan Senjata Gaza Masih Rapuh

waktu baca 2 menit

Ramallah (KABARIN) - Presiden Mahmoud Abbas memperingatkan kondisi gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza masih belum stabil di tengah terus bertambahnya korban jiwa dan terhambatnya bantuan kemanusiaan.

Pernyataan itu disampaikan Abbas lewat pidato yang dibacakan Pengamat Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, dalam acara Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada Jumat.

Acara tersebut digelar untuk memperingati 78 tahun tragedi Nakba yang diperingati setiap 15 Mei.

“Gencatan senjata masih rapuh sementara rakyat kami terus dibunuh, wilayah Gaza menyusut, dan bantuan terus menghadapi hambatan yang jelas-jelas merupakan pelanggaran Israel,” kata Abbas dalam pidatonya.

Ia mengatakan pemerintah Palestina saat ini terus berkoordinasi dengan mediator internasional dan sejumlah mitra untuk mendorong masuk ke fase kedua perjanjian gencatan senjata.

Tahap itu disebut penting untuk memulai proses pemulihan dan rekonstruksi wilayah Gaza yang rusak akibat perang.

Abbas juga kembali menegaskan visi Palestina mengenai satu negara dengan satu pemerintahan, satu hukum, dan satu senjata. Ia turut menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Menurut pihak Palestina, perang yang terjadi di Gaza saat ini dianggap sebagai bentuk baru dari tragedi Nakba.

Mereka menuduh Israel telah menyebabkan kehancuran besar di Gaza, termasuk jatuhnya puluhan ribu korban jiwa dan rusaknya kawasan permukiman warga.

Pihak Palestina juga menyoroti hambatan terhadap aktivitas UNRWA dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan di wilayah konflik tersebut.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka