Jakarta (KABARIN) - Meta dikabarkan mulai menguji layanan berlangganan premium di platform Instagram yang diberi nama Instagram Plus. Layanan ini menawarkan sejumlah fitur eksklusif yang bikin pengalaman main Instagram jadi lebih personal, khususnya buat pengguna yang mau fitur ekstra.
Menurut laporan TechCrunch pada Senin (30/3), layanan Instagram Plus saat ini sudah diuji coba di beberapa negara, meski Meta belum secara resmi mengungkap lokasi pastinya.
Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian adalah kemampuan untuk melihat Stories tanpa diketahui oleh pemilik akun. Artinya, kamu bisa “stalking” tanpa meninggalkan jejak di daftar penonton.
Selain itu, pengguna berbayar juga bisa melihat berapa banyak orang yang menonton ulang Stories mereka. Informasi ini disebutkan Meta dalam surel yang dikirim ke TechCrunch.
Fitur lainnya memungkinkan kamu membuat daftar audiens Stories tanpa batas, tidak cuma terbatas pada fitur Close Friends. Jadi, kamu bisa mengatur siapa saja yang bisa melihat setiap unggahan dengan lebih fleksibel, tanpa harus membagikannya ke semua followers atau satu grup saja.
Instagram Plus juga memberikan opsi untuk memperpanjang masa tayang Stories hingga 24 jam, serta menyorot satu Stories setiap minggu agar tampil lebih menonjol di profil.
Tak hanya itu, ada juga fitur tambahan seperti animasi “Superlike” untuk merespons Stories pengguna lain, serta kemudahan mencari nama akun di daftar penonton Stories tanpa harus scroll panjang.
Meski belum diumumkan secara resmi, sejumlah pengguna di media sosial menyebut layanan ini sudah diuji coba di beberapa negara seperti Meksiko, Jepang, dan Filipina.
Soal harga, biaya berlangganan Instagram Plus juga bervariasi tergantung negara. Dari tangkapan layar yang beredar, tarifnya berkisar antara 1 hingga 2 dolar AS, atau sekitar Rp17 ribu sampai Rp34 ribu per bulan.
Perlu dicatat, Instagram Plus berbeda dengan layanan Meta Verified yang lebih ditujukan untuk kreator dan pelaku bisnis. Instagram Plus justru fokus ke pengguna biasa yang ingin pengalaman lebih personal saat menggunakan platform tersebut.
Meta sendiri menyatakan masih akan terus menguji layanan ini sebelum nantinya dirilis secara lebih luas ke publik.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026