Seleb

Serial "Zona Merah" Naik Level ke Layar Lebar, Targi Jadi IP Global

Jakarta (KABARIN) - Rumah produksi Screenplay Films resmi mengumumkan bahwa serial bertema zombie berjudul Zona Merah akan diangkat menjadi film layar lebar.

Proyek ini bahkan diproyeksikan untuk berkembang sebagai kekayaan intelektual atau IP yang bisa bersaing di pasar global.

Sutradara Sidharta Tata mengatakan bahwa versi film ini akan dibuat dengan skala yang jauh lebih besar dibanding serial delapan episodenya yang tayang di platform streaming. Ia bersama Fajar Martha Santosa ingin membawa cerita ke level yang lebih luas dengan latar yang lebih kompleks.

"Artinya, yang harus kami lakukan adalah kami akan bermain di level yang lebih besar lagi, yaitu pusat kota," kata Sidharta Tata dalam konferensi pers pengumuman produksi dan daftar pemeran di XXI Senayan, Jakarta, Rabu.

Dalam acara tersebut juga ditampilkan satu nama rumah produksi internasional, meski pihak kreator belum memberikan detail lebih lanjut mengenai keterlibatan mereka.

Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa tetap menjadi sutradara utama dalam versi film ini dengan mengembangkan cerita yang sudah dibangun di serial sebelumnya.

Aktor Aghniny Haque kembali dipercaya sebagai pemeran utama dan tetap menjadi karakter sentral sejak versi serial.

Sementara itu Luna Maya ikut bergabung dalam proyek ini sekaligus mengambil peran sebagai produser eksekutif.

Deretan pemain lain yang akan tampil dalam film yang mulai syuting pekan depan ini antara lain Andri Mashadi, Maria Theodore, dan Lukman Sardi. Nama Bryan Domani, Shindy Huang, serta aktris cilik Myesha Lin juga ikut memperkuat jajaran pemain.

Cerita film masih mempertahankan tema serangan zombie, namun tim produksi menjanjikan alur yang lebih segar dan kejutan baru yang tidak ada di versi serial. Mereka juga optimistis kualitas film ini akan melampaui pendahulunya.

"Ternyata pas di sini juga ada yang ikutin delapan episode sampai selesai gitu. Nah, terus terang kami memang sangat tertekan. Tapi ini akan jauh lebih variatif dan akan jauh lebih menarik daripada 'series'-nya," ujar Sidharta Tata.

Ia bahkan membandingkan ambisi film ini dengan karya zombie terkenal dari Korea Selatan.

"Ketika di Korea punya 'Train to Busan', maka di Indonesia hanya ada 'Zona Merah'," ucap Sidharta Tata.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: