News

Iran Beri Peringatan ke AS soal Pilihan Gencatan Senjata atau Konflik Berlanjut

Istanbul (KABARIN) - Abbas Araghchi yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Iran menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait arah konflik yang sedang berlangsung. Iran menegaskan bahwa AS harus menentukan sikap apakah ingin menuju gencatan senjata atau membiarkan konflik terus berlanjut melalui Israel.

Melalui unggahan di platform X pada Rabu 8 April, Araghchi menilai bahwa kedua opsi tersebut tidak bisa dijalankan bersamaan.

"Syarat-syarat gencatan senjata Iran-AS jelas dan eksplisit, Amerika harus memilih antara gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel. AS tidak dapat memiliki keduanya," tulis Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi di platform X pada Rabu (8/4).

Ia juga menyinggung situasi kemanusiaan di kawasan yang menurutnya semakin memburuk dan menjadi perhatian dunia internasional.

"Bola ada di tangan Amerika dan dunia sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai komitmennya," katanya.

Di sisi lain, kantor berita Tasnim News Agency melaporkan bahwa Iran dapat menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat apabila Israel terus melakukan serangan di Lebanon.

Sementara itu militer Israel mengklaim telah melancarkan serangan besar ke lebih dari 100 lokasi di Beirut Lembah Beqaa dan Lebanon selatan dalam operasi yang disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam eskalasi terbaru.

Israel juga disebut masih melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan sejak serangan lintas batas oleh Hizbullah meski sebelumnya ada kesepakatan gencatan senjata sejak November 2024.

Di tengah ketegangan tersebut, Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua pekan dengan Iran setelah mediasi Pakistan. Pengumuman itu disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 7 April.

Kesepakatan itu muncul hanya beberapa jam sebelum batas waktu yang diberikan AS kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz dan tuntutan negosiasi yang sebelumnya disertai ancaman eskalasi konflik lebih besar.

Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: