Prabowo Nilai Sikap Tegas dan Keras Kepala Bisa Jadi Kekuatan Sebuah Bangsa

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya bahwa dalam kondisi tertentu, sikap keras kepala justru bisa menjadi hal yang dibutuhkan oleh sebuah negara, terutama saat menghadapi tekanan dan menjaga prinsip.

“Bagi sebuah bangsa kadang-kadang keras kepala butuh,” kata Presiden dalam taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih serta seluruh eselon I kementerian lembaga dan direksi BUMN di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

Prabowo juga mengaku sering mendapat penilaian bahwa dirinya memiliki karakter yang keras kepala. Ia menanggapi hal tersebut dengan santai dan mengatakan tidak mempermasalahkannya.

Dalam suasana yang lebih ringan, Presiden sempat bercanda dengan mengetuk kepalanya sendiri seolah memastikan penilaian itu.

“Saya coba pegang-pegang kepala saya keras enggak nih,” kata Prabowo sambil tertawa.

Ia kemudian menyinggung bahwa karakter serupa juga dimiliki oleh sejumlah bangsa lain dalam menghadapi tekanan.

Menurutnya, rakyat Iran misalnya sering digambarkan memiliki sikap yang keras kepala dalam mempertahankan diri meski berada di bawah ancaman dan tekanan.

“Sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang-pejuang Iran keras kepala. Bolak-balik diancam, bolak-balik mau dihabisi,” kata Presiden.

Prabowo juga mengaitkan hal itu dengan sejarah Indonesia. Ia menyebut para pendiri bangsa memiliki keteguhan sikap yang bisa dianggap sebagai bentuk keras kepala dalam mempertahankan kemerdekaan.

“Dulu bapak-bapak pendiri bangsa kita keras kepala. Lebih baik mati daripada dijajah kembali, keras kepala. Tidak mau kita dijajah kembali, keras kepala. Pemimpin- pemimpin kita keras kepala. Merah putih harga mati, enggak ada itu urusan,” ucap Kepala Negara.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengumpulkan para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselon I di lingkungan Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta untuk menyampaikan arahan langsung.

Pemerintah menyebut pertemuan tersebut bertujuan menyamakan pemahaman seluruh jajaran terkait arah kebijakan serta perkembangan situasi nasional maupun global yang perlu direspons bersama.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka