Israel Kembali Luncurkan Serangan Udara di Lebanon, 254 Orang Tewas

waktu baca 2 menit

Beirut (KABARIN) - Israel kembali melancarkan serangan udara skala besar di kawasan Dahiyeh, wilayah selatan Beirut, Lebanon, pada Rabu 8 April. Serangan ini memicu ledakan keras yang terdengar luas dan asap tebal terlihat membubung dari titik sasaran.

Menurut laporan koresponden Anadolu Agency, militer Israel sebelumnya juga mengklaim telah menghantam lebih dari 100 lokasi dalam waktu singkat di Beirut, Lembah Beqaa, dan wilayah selatan Lebanon.

Aksi militer terbaru ini disebut sebagai gelombang serangan terbesar sejak konflik dengan kelompok Hizbullah kembali meningkat pada 2 Maret lalu. Dari laporan di lapangan, sedikitnya 254 orang dilaporkan tewas termasuk 92 korban di wilayah Beirut.

Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nassereddine menyebut situasi yang terjadi sebagai eskalasi berbahaya yang berdampak luas terhadap warga sipil.

"Kami menghadapi eskalasi berbahaya yang terjadi di Lebanon, agresi Israel dengan lebih dari 100 serangan udara yang menargetkan warga sipil tak berdosa di Beirut, Dahiyeh, Bekaa, Gunung Lebanon, dan selatan," kata Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nassereddine kepada Al Jazeera.

Serangan ini terjadi tidak lama setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan pada 7 April. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju penyelesaian konflik yang lebih luas di kawasan.

Namun eskalasi yang terus berlangsung di Timur Tengah tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga mengganggu aktivitas penerbangan internasional serta memperburuk ketegangan energi global akibat pembatasan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi titik penting distribusi minyak dunia.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka