Money

Rupiah Melemah di Tengah Memanasnya Konflik Israel dan Lebanon

Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.020 - Rp17.080

Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis pagi tercatat melemah sebesar 18 poin atau sekitar 0,11 persen ke posisi Rp17.030 per dolar Amerika Serikat dibanding penutupan sebelumnya di Rp17.012 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Israel disebut melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan melakukan serangan ke Lebanon.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.020 - Rp17.080 dipengaruhi oleh meningkatnya kembali tekanan eksternal setelah klaim Iran terhadap pelanggaran kesepakatan gencatan senjata terkait serangan Israel ke Lebanon, sehingga memicu harga minyak naik,” ucapnya di Jakarta, Kamis.

Mengutip Anadolu, sebelumnya Amerika Serikat menerima sebuah proposal berisi 10 poin sebagai dasar negosiasi untuk menghentikan konflik. Salah satu poin penting dalam usulan tersebut adalah penghentian pertempuran di seluruh wilayah termasuk Lebanon.

Namun di lapangan, situasi justru kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan udara besar di kawasan Dahiyeh, selatan Beirut, Lebanon. Militer Israel sebelumnya mengklaim telah menghantam lebih dari 100 target dalam waktu singkat di Beirut, Lembah Beqaa, dan wilayah selatan Lebanon dengan laporan korban mencapai 254 orang meninggal dunia.

Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance pada Rabu 8 April menyebut bahwa isu penghentian permusuhan di Lebanon bukan bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dan menilai hal tersebut sebagai kesalahpahaman.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga sebelumnya menegaskan bahwa konflik di Lebanon tidak termasuk dalam perjanjian karena adanya keterlibatan kelompok Hizbullah dan menyebut situasi tersebut sebagai konflik yang berdiri sendiri.

Dari dalam negeri, tekanan tambahan terhadap rupiah juga tidak banyak terbantu oleh rilis data ekonomi terbaru. Cadangan devisa Indonesia turun menjadi 148,2 miliar dolar AS pada akhir Maret 2026 setelah berkurang 3,7 miliar dolar AS. Selain itu, surplus neraca perdagangan yang lebih rendah dari perkiraan turut menambah sentimen negatif di pasar.

“Konsensus pasar surplus perdagangan 1,5 miliar dolar AS, tapi realisasi 1,2 miliar dolar AS,” ungkap dia.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: