Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Rabu setelah bergerak positif terhadap dolar Amerika Serikat.
Rupiah naik 93 poin atau sekitar 0,54 persen ke level Rp17.012 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.105 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan rupiah dipicu sentimen global setelah adanya kabar gencatan senjata dua arah antara Amerika Serikat dan Iran yang memengaruhi ekspektasi pasar.
“AS menyatakan telah menyetujui penghentian sementara serangan terhadap Iran selama dua minggu dalam apa yang ia sebut sebagai ‘gencatan senjata dua arah’, dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz,” katanya kepada di Jakarta, Rabu.
Mengutip Anadolu, Amerika Serikat disebut telah menyetujui secara prinsip sebuah proposal berisi 10 poin untuk mengakhiri konflik. Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut usulan tersebut akan dijadikan dasar pembicaraan lanjutan, meskipun belum semua detail dipublikasikan.
Laporan dari Islamic Republic of Iran Broadcasting atau IRIB menyebutkan bahwa proposal itu mencakup sejumlah poin penting seperti jaminan tidak ada serangan terhadap Iran, kontrol Iran atas Selat Hormuz, pengakuan hak pengayaan uranium, hingga pencabutan berbagai sanksi dari Amerika Serikat.
Selain itu, terdapat juga pembahasan mengenai penghentian resolusi dari Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional terhadap Iran, kompensasi, penarikan pasukan AS dari kawasan, serta penghentian konflik di berbagai wilayah termasuk Lebanon.
Pihak Iran menegaskan bahwa proses ini belum bisa disebut sebagai akhir perang, karena masih bergantung pada kesepakatan final dan pemenuhan seluruh syarat yang diajukan.
Selama proses negosiasi berlangsung, jalur pelayaran di Selat Hormuz disebut akan tetap dijaga keamanannya melalui koordinasi dengan militer Iran.
“AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai sebagai ‘dasar yang dapat dijalankan untuk negosiasi’, serta mengindikasikan kesiapan untuk memanfaatkan periode tersebut guna melanjutkan perundingan, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap eskalasi lebih lanjut,” ungkap Josua.
Di pasar komoditas, harga minyak ikut terkoreksi cukup tajam setelah kabar tersebut muncul. Minyak jenis West Texas Intermediate atau WTI tercatat turun lebih dari 15 persen hingga berada di bawah 100 dolar AS per barel.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR Bank Indonesia juga ikut menguat ke level Rp17.009 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.092 per dolar AS.
Sumber: ANTARA