TNI AU Tunggu Lampu Hijau Kemhan Soal Tambahan Pesawat A400M

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kepala Staf TNI Angkatan Udara Mohamad Tonny Harjono menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Pertahanan terkait rencana penambahan empat unit pesawat angkut A400M.

Dalam keterangannya usai peringatan HUT ke 80 TNI AU di Mabes AU Cilangkap Jakarta Timur pada Kamis, ia menegaskan bahwa TNI AU hanya berperan sebagai pengguna alat utama sistem persenjataan yang pengadaannya menjadi kewenangan Kementerian Pertahanan.

"Sebagai pengguna kekuatannya adalah Panglima TNI. Jadi saya siapkan, Panglima yang menggunakan," kata Tonny saat jumpa pers usai upacara perayaan HUT Ke-80 TNI AU di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa tugas TNI AU tidak hanya mengoperasikan alutsista, tetapi juga mencakup pemeliharaan, pembinaan, hingga pengembangan fasilitas pendukung serta pelatihan personel agar penggunaan alat utama sistem persenjataan berjalan optimal.

Meski begitu, Tonny menegaskan bahwa TNI AU siap jika pemerintah memutuskan untuk menambah armada pesawat A400M.

"Jadi, pengembangan pesawat A400M, kami menunggu dari Kemhan sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kami, tetapi Angkatan Udara bersiap," ucap Tonny.

Sebelumnya diketahui, TNI AU sudah memiliki dua unit A400M produksi Airbus yang mulai memperkuat armada pada 2026. Pemerintah juga membuka opsi penambahan unit untuk mendukung berbagai misi militer maupun nonmiliter.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa kontrak awal pengadaan sudah mencakup dua unit dengan opsi tambahan empat unit yang masih dalam tahap pembahasan dan negosiasi.

Namun hingga saat ini, Kementerian Pertahanan belum memberikan kepastian resmi terkait rencana penambahan pesawat angkut tersebut.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka