Beirut (KABARIN) - Kelompok Hizbullah menyatakan penolakan terhadap rencana pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel. Mereka juga pesimistis bahwa dialog tersebut akan menghasilkan kesepakatan positif.
Wakil Kepala Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Komati, mengatakan gencatan senjata yang terjadi di Lebanon tidak lepas dari peran Iran.
"Gencatan senjata di Lebanon terjadi berkat Iran. Kami tidak mengharapkan hasil positif (dari pembicaraan) mengenai Lebanon. Kami secara tegas menolak pembicaraan langsung antara Lebanon dan musuh Israel, dan sama sekali tidak menerimanya," kata Komati.
Ia menilai sikap tegas Iran menjadi faktor yang mendorong Amerika Serikat dan Israel untuk menyepakati pembahasan gencatan senjata. Menurutnya, kedua negara tersebut berupaya membangun narasi seolah mereka yang memulai proses tersebut.
Komati juga menyinggung perubahan sikap Israel yang sebelumnya menolak bernegosiasi dengan Lebanon, namun kini bersedia melakukannya. Ia mengaitkan hal tersebut dengan pengaruh Iran di kawasan.
Lebih lanjut, ia menyebut situasi ini sebagai dampak dari kemenangan Iran yang mendorong Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk segera memulihkan stabilitas di Lebanon agar gencatan senjata tidak dipersepsikan sebagai hasil tekanan Iran.
Sementara itu, laporan dari Al Hadath menyebutkan bahwa pembicaraan antara Lebanon dan Israel dijadwalkan berlangsung pada Selasa 14 April. Amerika Serikat disebut memberikan jaminan kepada Lebanon bahwa Israel tidak akan melakukan serangan ke Beirut sebelum perundingan dimulai.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026