Tingkat Pengangguran Jepang Turun Jadi 2,5 Persen di Bulan April 2026

waktu baca 2 menit

Tokyo (KABARIN) - Tingkat pengangguran di Jepang dilaporkan turun pada April 2026. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang yang dirilis Jumat, angka pengangguran kini berada di level 2,5 persen, lebih rendah dibanding Maret yang mencapai 2,7 persen.

Turunnya angka pengangguran ini menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja Jepang mulai mengalami perbaikan.

Jumlah masyarakat yang memiliki pekerjaan juga meningkat sekitar 0,9 persen menjadi 68,76 juta orang setelah disesuaikan secara musiman.

Meski begitu, masih ada ratusan ribu warga Jepang yang kehilangan pekerjaan. Data menunjukkan sekitar 430 ribu orang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Sementara itu, sekitar 790 ribu orang memilih mengundurkan diri secara sukarela, mayoritas karena mencari peluang kerja yang dianggap lebih baik. Jumlah tersebut tercatat masih stabil dibanding bulan sebelumnya.

Di sisi lain, jumlah orang yang baru masuk ke pasar kerja justru mengalami penurunan cukup besar. Pada April 2026, jumlah pencari kerja baru turun 10,9 persen menjadi sekitar 490 ribu orang.

Data terpisah dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang juga menunjukkan tidak semua sektor industri mengalami pertumbuhan lowongan pekerjaan.

Dari 11 sektor industri yang dipantau, hanya sektor pendidikan dan manufaktur yang mencatat kenaikan jumlah lowongan kerja baru dibanding tahun lalu.

Sektor pendidikan naik sekitar 1,5 persen, sementara manufaktur meningkat 1,2 persen.

Sebaliknya, sembilan sektor lainnya justru mengalami penurunan lowongan pekerjaan.

Sektor perdagangan grosir dan retail menjadi yang paling terdampak dengan penurunan hingga 11 persen.

Selain itu, lowongan kerja di sektor akomodasi dan layanan restoran turun 9,1 persen, sedangkan sektor informasi dan komunikasi turun sekitar 7,3 persen.

Meski angka pengangguran Jepang membaik, data ini menunjukkan kondisi pasar kerja di sejumlah sektor masih menghadapi tantangan akibat perlambatan ekonomi dan perubahan kebutuhan industri.

Baca juga: Jepang Catatkan Penurunan Populasi Terbesar pada 2025

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka