Kampala (KABARIN) - Pemerintah Uganda resmi melarang berbagai kegiatan yang melibatkan kerumunan besar di ruang publik sebagai langkah untuk menekan penyebaran virus Ebola di negara tersebut.
Larangan ini diumumkan Kementerian Kesehatan Uganda lewat surat edaran yang diterbitkan pada Rabu (27/5) malam waktu setempat.
Sejumlah acara yang berpotensi mengumpulkan banyak orang kini untuk sementara dilarang digelar, mulai dari konser musik, festival budaya, aksi demonstrasi, kegiatan politik, maraton, hingga aktivitas pemasaran lintas perbatasan.
"Kegiatan-kegiatan tersebut meningkatkan risiko dengan mendorong interaksi fisik jarak dekat, percampuran massa yang tidak terkendali, serta mobilitas yang tidak perlu, yang dapat memfasilitasi penularan infeksi Ebola apabila terdapat orang yang terinfeksi," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Pemerintah Uganda menilai kerumunan besar bisa mempercepat penyebaran virus karena banyak orang berkumpul dalam jarak dekat dan berpindah-pindah lokasi.
Meski begitu, tidak semua kegiatan langsung dihentikan total. Acara resmi dan pertemuan penting masih diperbolehkan selama penyelenggara mematuhi aturan pencegahan Ebola dengan ketat.
Untuk kegiatan yang tetap berjalan, panitia diwajibkan membatasi jumlah peserta agar tidak terlalu padat. Selain itu, mereka juga harus menyediakan fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer berbasis alkohol, melakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk area acara, hingga menunjuk petugas khusus yang mengawasi penerapan protokol kesehatan.
Pemerintah Uganda juga meminta aparat keamanan dan otoritas distrik untuk memperketat pengawasan, terutama di wilayah perbatasan dan daerah berisiko tinggi.
Langkah tersebut dilakukan guna membatasi mobilitas yang dianggap tidak penting sekaligus mencegah penyebaran Ebola semakin meluas.
Hingga saat ini, jumlah kasus Ebola terkonfirmasi di Uganda masih tercatat sebanyak tujuh kasus. Namun, pemerintah mengungkapkan jumlah orang yang memiliki kontak erat dengan pasien terus bertambah sehingga pengawasan harus diperketat.
Baca juga: Uganda Larang Berjabat Tangan Karena Khawatir Ebola
Baca juga: Amerika Serikat Melarang Warga Afrika Masuk Akibat Wabah Ebola
Sumber: Xinhua