Harga minyak tetap sangat fluktuatif dalam beberapa sesi terakhir karena pasar bereaksi terhadap berita utama yang saling bertentangan seputar negosiasi gencatan senjata
Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada perdagangan Jumat sore. Rupiah turun 35 poin atau sekitar 0,20 persen ke posisi Rp17.881 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.846 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah kali ini dipengaruhi kondisi harga minyak dunia yang masih bergerak sangat fluktuatif.
“Harga minyak tetap sangat fluktuatif dalam beberapa sesi terakhir karena pasar bereaksi terhadap berita utama yang saling bertentangan seputar negosiasi gencatan senjata,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Sebelumnya, sentimen pasar sempat membaik setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.
Negosiasi tersebut juga masih membahas program nuklir Iran serta isu keamanan kawasan Timur Tengah.
Harapan soal gencatan senjata ini sempat mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global, terutama di jalur strategis Selat Hormuz.
Meski begitu, aktivitas pelayaran di wilayah tersebut masih belum kembali normal seperti sebelum konflik terjadi. Kondisi itu membuat risiko geopolitik tetap membayangi pergerakan harga minyak dunia.
Selain faktor geopolitik, sentimen lain datang dari data ekonomi Amerika Serikat yang dinilai belum sesuai ekspektasi pasar, termasuk data inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Situasi tersebut memperkuat perkiraan bahwa bank sentral AS atau The Fed kemungkinan masih akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Dari dalam negeri, kebijakan suku bunga tinggi The Fed juga memicu keluarnya arus modal asing atau capital outflow dari negara berkembang seperti Indonesia.
“Investor cenderung memindahkan asetnya ke instrumen berisiko rendah di AS (seperti obligasi) yang menawarkan imbal hasil lebih menarik,” ujar Ibrahim.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga tercatat melemah ke level Rp17.883 per dolar AS, dibanding sebelumnya Rp17.789 per dolar AS.
Sumber: ANTARA