Seleb

Yovie Widianto: Kreativitas Merupakan Cara Paling Relevan untuk Merawat Budaya

Makassar (KABARIN) - Staf Khusus Presiden, Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto mengatakan kreativitas merupakan cara paling relevan dalam merawat warisan budaya.

Yovie dalam kuliah umumnya di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Kamis, mengatakan tradisi budaya tidak boleh dibekukan, melainkan perlu dihidupkan kembali melalui pendekatan kreatif yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

Dalam konteks tersebut, kata dia, inovasi berbasis akar budaya menjadi kunci. Yovie mengibaratkan proses ini seperti mengaransemen ulang karya lama menjadi bentuk baru yang lebih segar dan kontekstual.

Pendekatan ini memungkinkan budaya tetap hidup sekaligus memiliki daya saing global.

“Teknologi kemudian hadir sebagai panggung baru bagi cerita budaya Indonesia. Melalui strategi branding, storytelling, dan distribusi digital, nilai-nilai lokal dapat melintasi batas geografis dan menjangkau pasar internasional,” ujarnya pada kegiatan bertema Creative Generation: Turning Ideas, Culture, and Creativity into Global IP itu.

Namun demikian, Yovie tidak menutup mata terhadap tantangan besar yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan (AI).

Ia mengisahkan fenomena di industri musik, dimana AI mampu menghasilkan karya hanya dalam hitungan menit, sebuah kondisi yang memicu refleksi mendalam tentang peran manusia dalam proses kreatif.

Fenomena tersebut, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan efisiensi, tetapi juga menyentuh aspek eksistensial.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa menyampaikan mahasiswa Unhas memiliki potensi kreativitas yang luar biasa, tidak hanya dalam menghasilkan karya, tetapi juga dalam menarasikan makna yang lebih indah dari setiap proses kreatif.

“Mereka mampu menarasikan hal-hal yang lebih indah dalam setiap karya yang dihasilkan. Melalui kekompakan, Unhas siap berperan serta membangun bangsa. Dari Unhas, kita menavigasi dunia,” ujarnya.

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: