Health

Kapalan di Kaki: Penyebab, Cara Mencegah, dan Penanganannya Menurut Ahli

Jakarta (KABARIN) - Kapalan atau penebalan kulit pada kaki terjadi akibat gesekan atau tekanan berulang, seperti saat berjalan tanpa alas kaki, menggunakan sepatu sempit, atau bentuk jari kaki yang tidak ideal. Kondisi ini merupakan respons alami kulit untuk melindungi diri dari kerusakan lebih lanjut, namun bisa menjadi tidak nyaman jika terlalu tebal.

Dilaporkan Channel News Asia, Minggu (26/4) waktu setempat, kapalan dapat muncul sepanjang tahun. Meski umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, penebalan yang berlebihan bisa menyebabkan nyeri, pecah, hingga meningkatkan risiko infeksi.

Menurut dokter kulit Dr. Chang B Son, kapalan biasanya tampak sebagai area kulit menebal berwarna kekuningan atau keputihan yang terasa kasar. Dalam kondisi tertentu, kapalan bisa mengganggu keseimbangan saat berjalan.

Sementara itu, Dr. Jacob Beer menekankan pentingnya pemilihan alas kaki yang tepat untuk mencegah kapalan, seperti sepatu yang pas, tidak sempit, dan memiliki penyangga yang baik. Ia juga menyarankan menghindari sepatu hak tinggi atau kaus kaki yang mudah melorot.

Ahli penyakit kaki Dr. Sari Priesand menyarankan untuk tidak berjalan tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah, serta menggunakan alas kaki yang nyaman sebagai perlindungan tambahan.

Para ahli juga menyebut penggunaan bantalan khusus dapat mengurangi gesekan, sementara pelembap yang mengandung urea dapat membantu menjaga kelembapan kulit agar tidak mudah menebal. Namun, produk pengelupas kulit tertentu dinilai tidak cukup efektif untuk kapalan yang sudah tebal.

Untuk perawatan, kapalan dapat dikikis secara perlahan menggunakan batu apung setelah kaki direndam agar kulit lebih lunak. Namun, metode kasar seperti alat pengikis logam tidak disarankan karena dapat melukai kulit.

Jika kapalan sudah menebal, nyeri, atau tidak membaik dengan perawatan mandiri, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis guna mencegah komplikasi lebih lanjut seperti infeksi atau gangguan kulit lainnya.

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: