Jakarta (KABARIN) - Pelatih tim panjat tebing disiplin speed Indonesia Galar Pandu Asmoro menilai para atlet harus terus meningkatkan kemampuan untuk menghadapi persaingan dunia yang semakin ketat.
Menurut dia, hasil World Climbing Series Wujiang 2026 di China menjadi gambaran perkembangan kekuatan para pesaing di level internasional.
“Wujiang menjadi World Climbing Series pertama di musim 2026 dan kami semua tadi melihat, persaingan sekarang semakin ketat, bahkan bisa dibilang brutal,” kata Galar, Minggu, usai pertandingan final.
Dalam ajang yang digelar International Federation of Sport Climbing (IFSC) tersebut, para atlet mencatatkan waktu yang semakin kompetitif.
Galar mengatakan catatan waktu lima detik di sektor putra kini tidak lagi menjamin seorang atlet lolos dari fase kualifikasi atau menembus putaran final.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih untuk terus meningkatkan kemampuan atlet, baik dari sisi teknik, konsistensi, maupun keberanian mengambil risiko saat bertanding.
Ia menambahkan kegagalan Raharjati Nursamsa dan Veddriq Leonardo menyelesaikan lintasan pada babak perempat final merupakan konsekuensi dari karakter lomba speed yang menuntut atlet tampil agresif.
Meski demikian, Galar tetap mengapresiasi perjuangan para atlet Indonesia meski hasil akhir belum sesuai harapan.
Indonesia masih mampu membawa pulang satu medali perunggu melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi pada nomor speed putri.
“Yang pasti ke depan akan kami evaluasi, akan kami perbaiki, jadi kami tetap optimistis dan yakin panjat tebing Indonesia tetap berjaya,” ujar dia.
Desak Made menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang berhasil meraih medali pada seri Wujiang setelah memenangkan perebutan tempat ketiga melawan atlet Polandia Natalia Kalucka.
Atlet asal Bali itu mencatatkan waktu 6,17 detik, unggul atas Natalia yang membukukan 6,39 detik.
Sementara medali emas nomor speed putri diraih atlet Polandia Aleksandra Kalucka setelah mengalahkan Elizaveta Ivanova pada babak final.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026