Rupiah Melemah ke Rp17.382 per Dolar AS di Tengah Eskalasi Ketegangan Timur Tengah

waktu baca 2 menit

Tensi di Timur Tengah kembali meningkat pasca penyerangan AS ke Iran di hari ini

Jakarta (KABARIN) - Rupiah ditutup melemah pada perdagangan hari ini sebesar 49 poin atau 0,28 persen menjadi Rp17.382 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp17.333 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyebut pelemahan rupiah dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat ke Iran.

“Tensi di Timur Tengah kembali meningkat pasca penyerangan AS ke Iran di hari ini. Alhasil, harga minyak global kembali meningkat dan dolar AS kembali terapresiasi secara luas,” ungkapnya di Jakarta, Jumat.

Mengutip Sputnik, Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Ebrahim Zolfaghari mengatakan bahwa AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang beberapa wilayah Iran, termasuk pantai pelabuhan Khamir, kota Sirik dan Pulau Qeshm, serta dua kapal Iran.

Angkatan bersenjata Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan menyasar kapal perang Amerika di wilayah timur Selat Hormuz serta selatan Pelabuhan Chabahar, yang disebut menimbulkan kerusakan besar.

Sebagai respons, Komando Pusat AS menyatakan bahwa pihaknya telah “menghilangkan ancaman yang masuk dan menargetkan fasilitas militer Iran tempat serangan dilakukan terhadap pasukan AS.”

Josua menjelaskan, sepanjang pekan ini pergerakan rupiah cenderung sideways. Pada awal pekan melemah, lalu sempat menguat di akhir sesi setelah adanya dukungan Tiongkok terhadap proses perdamaian di Timur Tengah, sebelum kembali tertekan pada penutupan pekan.

“Pada perdagangan pekan depan, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas di level Rp17.300-Rp17.425 per dolar AS,” ucap dia.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia turut melemah ke level Rp17.375 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.362 per dolar AS.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka