Sport

Sinner Tembus Rekor Bersejarah, Kunci 32 Kemenangan Beruntun di Masters 1000

Jakarta (KABARIN) - Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner kembali mencatatkan namanya dalam sejarah setelah meraih 32 kemenangan beruntun di level ATP Masters 1000 usai tampil di Italian Open 2026.

Dalam laga perempat final, Sinner tampil dominan saat menaklukkan Andrey Rublev dengan skor 6-2, 6-4 dalam waktu satu jam 32 menit. Kemenangan itu sekaligus mengantarkannya ke babak semifinal turnamen tersebut.

Rekor tersebut membuat Sinner melampaui catatan sebelumnya yang dipegang bersama oleh Novak Djokovic dengan 31 kemenangan beruntun di ajang Masters 1000.

Meski berhasil memecahkan rekor, Sinner menegaskan bahwa dirinya tidak bermain demi angka atau statistik.

“Saya tidak bermain untuk rekor. Saya bermain untuk kisah saya sendiri. Pada saat yang sama, ini sangat berarti bagi saya. Namun besok adalah hari lain, lawan yang berbeda, kondisi yang berbeda. Secara emosional, bermain di sini di kandang sendiri membutuhkan banyak usaha,” kata Sinner dikutip dari ATP.

Catatan impresif Sinner sebenarnya sudah dimulai sejak Paris Masters pada November, ketika ia mulai membangun rentetan kemenangan yang berlanjut hingga musim berikutnya.

Puncak performanya terjadi pada Maret ketika ia sukses menjuarai Indian Wells dan Miami Open, menjadikannya pemain pertama sejak Roger Federer pada 2017 yang meraih Sunshine Double tanpa kehilangan satu set pun.

Di musim tanah liat, Sinner juga tampil konsisten dengan kemenangan di Monte Carlo Masters usai mengalahkan rivalnya Carlos Alcaraz di final, serta menundukkan Alexander Zverev untuk merebut gelar Madrid Open.

Dengan hasil tersebut, Sinner mencatat sejarah sebagai petenis pertama yang meraih lima gelar Masters 1000 secara beruntun. Sepanjang periode itu, ia hanya kehilangan dua set dari 32 pertandingan yang dimenangkannya.

Kini, Sinner juga masih berpeluang menambah catatan emasnya di Roma. Jika mampu meraih gelar, ia akan menjadi petenis kedua setelah Djokovic yang berhasil menyelesaikan Career Golden Masters, yakni menjuarai seluruh sembilan turnamen Masters 1000.

Selain itu, kemenangan di Roma juga akan mengakhiri penantian panjang Italia yang belum memiliki juara tunggal putra di turnamen tersebut sejak era Adriano Panatta pada 1976.

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: