Tekno

Sovereign Cloud Dinilai Jadi Kebutuhan Perusahaan di Era Digital

Jakarta (KABARIN) - Kebutuhan layanan sovereign cloud di kalangan perusahaan dinilai terus meningkat seiring perkembangan digital dan makin besarnya perhatian terhadap keamanan data serta kepatuhan regulasi.

Berdasarkan riset EY, sebanyak 79 persen organisasi di Indonesia kini memprioritaskan inisiatif sovereign cloud sebagai bagian dari strategi teknologi mereka, khususnya terkait keamanan data, kepatuhan regulasi, dan kontrol terhadap infrastruktur digital.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Arupa Cloud Nusantara menjalin kerja sama dengan Civo untuk menghadirkan platform sovereign cloud berbasis Kubernetes di Indonesia.

“Indonesia merupakan pasar digital yang berkembang sangat pesat, dan organisasi kini semakin membutuhkan infrastruktur cloud yang tidak hanya memiliki kemampuan teknologi yang kuat, tetapi juga transparan dan relevan dengan kebutuhan lokal,” ujar CEO Civo Mark Boost dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu.

Platform tersebut dikembangkan menggunakan pendekatan cloud-native dan teknologi Kubernetes dengan layanan managed Kubernetes serta infrastruktur komputasi yang dirancang untuk mendukung penyediaan lebih cepat dan operasional cloud yang lebih sederhana.

Teknologi itu diharapkan membantu perusahaan mempercepat penyebaran aplikasi, meningkatkan skalabilitas, sekaligus mengoptimalkan efisiensi operasional cloud.

“Bersama Arupa, kami menghadirkan platform sovereign cloud di Indonesia yang memberikan fleksibilitas dan kontrol lebih besar bagi perusahaan dalam mengembangkan kapabilitas digital mereka," kata Boost.

Sovereign cloud sendiri merupakan layanan komputasi awan yang dirancang agar mematuhi regulasi dan aturan kedaulatan data di suatu negara atau wilayah tertentu. Sementara Kubernetes merupakan platform open-source untuk mengelola dan menjalankan aplikasi berbasis container.

Dalam kerja sama tersebut, Arupa akan menyediakan dukungan lokal, layanan implementasi, hingga pendampingan terkait kebutuhan kepatuhan regulasi bagi organisasi di Indonesia.

CEO Arupa Cloud Nusantara Reza Kertadjaja mengatakan kolaborasi itu memperluas pilihan infrastruktur cloud bagi perusahaan di Tanah Air.

“Dengan menggabungkan keahlian lokal dan platform sovereign cloud, kami ingin membantu perusahaan membangun kapabilitas digital yang lebih transparan, scalable, dan selaras dengan perkembangan ekosistem teknologi Indonesia," ujar Reza.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat adopsi infrastruktur modern di Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem cloud yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar lokal.

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: