Jakarta (KABARIN) - Jamaah calon haji Indonesia mulai bergerak secara bertahap menuju Arafah pada Senin, bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Perjalanan ini menjadi awal dari rangkaian puncak ibadah haji yang dikenal sebagai fase Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Ulfa Assegaf mengatakan proses keberangkatan jamaah dilakukan dari hotel masing-masing menuju Arafah dengan pengaturan bertahap agar seluruh rangkaian ibadah berjalan tertib dan aman.
“Memasuki hari ke-34 operasional penyelenggaraan ibadah haji, hari ini jamaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap untuk menjalani puncak ibadah haji. Ini adalah fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jamaah,” ujar Maria di Jakarta, Senin.
Maria menjelaskan, pemberangkatan jamaah dibagi ke dalam tiga tahap waktu, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.
Pemerintah juga mengingatkan jamaah agar tetap mengikuti jadwal yang sudah ditentukan dan tidak bergerak sendiri di luar rombongan.
Selain itu, jamaah diminta selalu mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah selama proses menuju Arafah berlangsung.
Di tengah puncak ibadah haji ini, Kemenhaj turut mengingatkan pentingnya menjaga aturan ihram selama menjalankan ibadah.
“Bagi jamaah laki-laki, kami ingatkan agar tidak memakai pakaian berjahit yang membentuk anggota badan, tidak menutup kepala dengan penutup yang melekat seperti peci atau sorban, serta tidak menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit,” kata Maria.
Sementara untuk jamaah perempuan, selama dalam kondisi ihram tidak diperbolehkan memakai cadar maupun sarung tangan.
Tak hanya itu, jamaah juga diminta menghindari larangan ihram lainnya seperti memotong kuku, mencabut rambut, memakai wangi-wangian setelah niat ihram, hingga menjaga ucapan dan perilaku agar ibadah tetap khusyuk.
Kemenhaj juga menyoroti pentingnya menjaga stamina selama fase Armuzna karena aktivitas ibadah di tengah cuaca panas membutuhkan kondisi tubuh yang prima.
“Kami meminta jamaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, makan teratur, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga selama puncak ibadah haji,” ujarnya.
Maria juga mengingatkan jamaah untuk menggunakan perlengkapan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.
“Gunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko kelelahan akibat cuaca panas. Bagi jamaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan obat pribadi selalu dibawa dan mudah dijangkau,” ujarnya menambahkan.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026