Jakarta (KABARIN) - Keinginan untuk menjadi viral di era media sosial kerap dipandang sebagai peluang meraih keuntungan, sehingga mendorong banyak orang melakukan berbagai cara demi membuat konten menarik, termasuk yang dialami tiga sahabat Dono, Kasino, dan Indro dalam film “Warkop DKI: Viralin Dong!”.
Film produksi Falcon Pictures yang disutradarai Herwin Novianto ini menghadirkan perpaduan drama dan komedi, mengikuti perjalanan Dono (Deddy Mahendra Desta), Kasino (Vino G. Bastian), dan Indro (Tora Sudiro) yang mencoba peruntungan sebagai konten kreator setelah kehilangan pekerjaan dan terdesak kebutuhan ekonomi.
Cerita bermula ketika ketiganya dipecat dari pekerjaan dan harus berbagi hidup di tengah kondisi keuangan yang sulit, termasuk membayar kontrakan. Situasi tersebut membuat mereka terinspirasi oleh kesuksesan orang-orang yang viral di media sosial hingga memutuskan membuat konten sendiri.
Dengan mengorbankan sejumlah barang, mereka membeli kamera dan membangun kanal media sosial bernama “NDOKASIN”, yang merupakan gabungan nama mereka bertiga.
Berbagai jenis konten mereka coba produksi, mulai dari sosial eksperimen, membantu orang, review makanan unik, hingga aksi prank dengan gaya kocak khas Warkop. Namun, upaya tersebut tidak langsung membuahkan hasil karena konten mereka belum juga viral.
Tak menyerah, Kasino kemudian mengusulkan ide baru yang menggabungkan unsur horor dan drama keluarga sebagai formula agar lebih menarik perhatian publik.
Untuk mewujudkan konsep tersebut, Dono, Kasino, dan Indro pergi ke sebuah desa terpencil untuk membuat konten horor palsu, dengan Indro berperan sebagai anak rantau yang kembali ke kampung halaman dan diganggu arwah leluhur.
Namun, rencana konten viral itu justru membawa kejadian tak terduga yang membuat mereka benar-benar mengalami ketakutan, disertai situasi kocak yang muncul dari reaksi spontan ketiganya.
Film ini tidak hanya menghadirkan nostalgia Warkop DKI, tetapi juga menyisipkan gambaran realitas modern tentang budaya viral dan konten digital yang dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Dari sisi penampilan, Desta, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro berupaya menghidupkan kembali karakter legendaris Dono, Kasino, dan Indro dengan pendekatan masing-masing. Detail fisik hingga gaya komunikasi turut diperhatikan untuk memperkuat karakter ikonik tersebut.
Dalam konferensi pers pra-tayang, Desta menegaskan bahwa keterlibatannya bukan untuk meniru, melainkan melestarikan karakter Warkop DKI.
"Jadi ya versi Pakde Dono yang gua kagumi, yang sangat gua hormatin itu ya keluar dengan versi dari yang gua perankan," ujar Desta.
Sementara itu, Vino G. Bastian menghadirkan Kasino dengan gaya ceplas-ceplos khasnya, sedangkan Tora Sudiro berperan sebagai penyeimbang dinamika persahabatan mereka bertiga.
Dari sisi cerita, film ini mencoba memadukan komedi, petualangan, dan unsur horor, meski alurnya terkadang menghadirkan kejutan yang membingungkan.
Meski begitu, komedi khas Warkop tetap menjadi daya tarik utama, ditambah sentuhan isu sosial tentang fenomena kejar viral di media sosial.
Sutradara Herwin Novianto mengaku sempat deg-degan menangani proyek ini karena harus menjaga warisan Warkop DKI sekaligus menghadirkan cerita yang relevan dengan zaman sekarang.
Film “Warkop DKI: Viralin Dong!” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 11 Juni 2026.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026