Tekno

Ubisoft Dilaporkan Kembali Menutup Studio dan PHK Karyawannya

Jakarta (KABARIN) - Perusahaan gim Ubisoft dilaporkan kembali melakukan restrukturisasi bisnis dengan menutup beberapa studio dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan di kantor cabang.

Engadget pada Rabu (10/6) mengutip laporan The Game Business yang menyebutkan bahwa Ubisoft menutup studio pengembangnya di Winnipeg, Kanada, dan Belgrade, Serbia, serta memangkas jumlah karyawan di studio Barcelona, Spanyol.

Pengurangan tenaga kerja juga berdampak pada kantor Ubisoft di San Francisco, Amerika Serikat.

Meski telah menghentikan aktivitas pengembangan gim sejak 2024, studio tersebut masih menjadi kantor bagi sejumlah tim teknologi informasi dan pemasaran perusahaan menurut laporan Insider Gaming.

Penutupan studio di Winnipeg dikabarkan berdampak pada seluruh tim yang berjumlah sekitar 65 orang.

Jika digabungkan dengan penutupan studio Belgrade dan pengurangan karyawan di Barcelona, sekitar 380 posisi pekerjaan berpeluang terdampak PHK.

Selain memangkas biaya tetap seperti gaji, pembayaran sewa, dan premi asuransi, Ubisoft tampaknya merestrukturisasi proses pengembangan gim multi-pemain populernya, Tom Clancy's Rainbow Six: Siege.

Sekitar 12 persen anggota tim yang sebelumnya mengerjakan pengembangan Rainbow Six: Siege akan dialihkan ke proyek lain.

Ubisoft Barcelona dikabarkan akan menjadi studio utama yang bertanggung jawab mengembangkan gim tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ubisoft melakukan pengurangan karyawan dan penutupan kantor untuk memperbaiki kondisi keuangan di tengah penurunan penjualan gim serta penundaan peluncuran sejumlah gim.

Perusahaan itu pada Oktober 2025 juga mengumumkan pemisahan unit bisnis Vantage Studios dengan dukungan pendanaan dari Tencent.

Studio tersebut menjadi rumah bagi waralaba gim populer Ubisoft, yakni Assassin's Creed, Far Cry, dan Rainbow Six.

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: