Istanbul (KABARIN) - Venezuela kembali memperbarui data korban gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah utara negara itu pada akhir Juni. Hingga Minggu (5/7), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 3.342 orang, sementara 16.740 orang lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela, sebanyak 6.462 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dari wilayah terdampak.
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan besar dengan 856 gedung dan 190 bangunan lainnya dilaporkan runtuh. Setelah gempa utama, Venezuela juga mengalami 995 gempa susulan.
Pemerintah menyebut bantuan kemanusiaan terus disalurkan kepada warga yang terdampak. Hingga kini, sebanyak 86.794 keluarga telah menerima bantuan, sementara 17.345 orang masih belum memiliki tempat tinggal.
Untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban, sebanyak 4.088 personel penyelamat internasional telah diterjunkan ke lokasi bencana. Pemerintah Venezuela juga mengerahkan 29.567 petugas serta 27.482 relawan dalam operasi tanggap darurat.
Selain proses penyelamatan, distribusi kebutuhan pokok juga terus dilakukan. Hingga saat ini, sebanyak 9.585 metrik ton bahan pangan dan 669.008 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Di sektor kesehatan, tercatat 23.820 pasien telah mendapatkan layanan medis. Pemerintah juga mendirikan 79 lokasi penampungan sementara untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal.
Menurut United States Geological Survey, pada 24 Juni lalu Venezuela diguncang dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi hanya dalam selang waktu 39 detik.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026